Pendidikan . 06/03/2026, 17:54 WIB

GAWAT! Kasus Bunuh Diri Anak Meningkat Tajam, Pemerintah Terbitkan SKB 9 Menteri untuk Tangani Krisis Kesehatan Jiwa Anak di Indonesia

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

“Faktor utama pemicu keinginan mengakhiri hidup adalah pengasuhan dan konflik keluarga sekitar 24 persen sampai 46 persen, berdasarkan data healing119.id dan KPAI,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membangun stabilitas emosional anak sejak usia dini.

Pemerintah Turunkan 600 Ribu Tim Pendamping Keluarga

Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan 600 ribu tim pendamping keluarga di seluruh Indonesia untuk memperkuat upaya pencegahan masalah kesehatan mental anak.

Program ini digagas oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji.

Menurut Wihaji, tim pendamping keluarga akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola pengasuhan yang sehat dan pencegahan gangguan kesehatan mental pada anak.

“Kami siap mendukung implementasi SKB ini bersama kementerian dan lembaga lain. Ada sekitar 600 ribu tim pendamping keluarga yang mendampingi sekitar 74 juta keluarga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Tim tersebut nantinya akan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pola pengasuhan yang sehat, komunikasi keluarga, serta dukungan emosional bagi anak.

Edukasi Kesehatan Jiwa Anak Masuk Program Pembangunan Keluarga

Dalam SKB tersebut, pemerintah juga menetapkan strategi utama berupa penguatan fungsi keluarga sebagai kunci pencegahan masalah kesehatan mental anak.

Ada delapan fungsi keluarga yang akan diperkuat dalam program ini, yaitu:

  1. Fungsi keagamaan

  2. Fungsi cinta kasih

  3. Fungsi sosial budaya

  4. Fungsi perlindungan

  5. Fungsi reproduksi

  6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan

  7. Fungsi ekonomi

  8. Fungsi pembinaan lingkungan

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa keluarga memiliki pemahaman yang cukup mengenai kesehatan mental anak.

Materi edukasi kesehatan jiwa juga akan diintegrasikan dalam berbagai program pembangunan keluarga agar orang tua lebih memahami pentingnya komunikasi yang sehat, empati, serta dukungan emosional bagi anak.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program promotif dan preventif kesehatan mental anak dapat berjalan lebih efektif.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com