Megapolitan . 08/03/2026, 18:45 WIB

Banjir Kepung 15 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, Normalisasi Sungai dan Pembangunan Tanggul Jadi Prioritas

Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana  |  Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana

fin.co.id -  Intensitas hujan tinggi dengan durasi panjang sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026) pagi memicu banjir luas di wilayah Kabupaten Tangerang. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat sedikitnya 15 kecamatan terdampak luapan air yang memaksa warga mengungsi ke sejumlah titik aman.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, saat meninjau lokasi terdampak mengungkapkan bahwa luapan air dipicu oleh lonjakan debit air di Sungai Cilongok yang bermuara ke Sungai Cirarab. Kondisi ini diperparah dengan malfungsi sejumlah pintu air yang tidak mampu mengontrol arus secara optimal.

“Ada kurang lebih 15 kecamatan yang terdampak. Kami melihat selain curah hujan yang sangat tinggi, kendala teknis seperti pintu air yang tidak berfungsi maksimal turut menjadi penyebab,” ujar Maesyal saat meninjau Kelurahan Bencongan, salah satu titik terdampak paling parah.

Selain Bencongan pantauan juga dilakukan di Desa Kadu Jaya (Curug) dan Perumahan Nuansa Mekarsari 2 di Desa Rajeg Mulya (Rajeg). Di wilayah-wilayah ini, karakteristik geografis yang berbentuk cekungan membuat air terjebak dan sulit mengalir secara alami ke badan sungai.

Untuk mengatasi genangan di area pemukiman rendah, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiagakan pompa air berdiameter 12 inci.

"Strategi ini diharapkan mampu mempercepat pembuangan air menuju sungai induk," imbuhnya.

Di sisi kemanusiaan, Pemkab Tangerang bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI telah mendirikan posko pengungsian di masjid dan balai warga. Mengingat peristiwa ini terjadi di tengah bulan Ramadan, pemerintah daerah bergerak cepat membangun dapur umum.

“Kami sudah sepakat dengan pengurus RT dan RW untuk membuka dapur umum guna menjamin kebutuhan makan warga yang mengungsi, terutama untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa,” tegas Bupati. Bantuan logistik berupa beras, mi instan, hingga kebutuhan medis dan tempat tidur bagi lansia juga telah didistribusikan.

Menyadari banjir ini sebagai ancaman berulang, Maesyal memaparkan tiga langkah strategis penanganan jangka menengah yang akan segera dieksekusi:

• Pemasangan pompa tambahan permanen di wilayah Bencongan.

• Pembangunan tanggul di sepanjang Kali Sabi dengan estimasi panjang 1 kilometer dan tinggi 1 meter.

• Normalisasi dan pelebaran sungai di wilayah Kadu Jaya guna mengatasi penyempitan aliran air.

Menghadapi prediksi cuaca ekstrem dari BMKG dalam beberapa hari ke depan, seluruh perangkat daerah, mulai dari camat hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), diinstruksikan tetap siaga (standby).

"Warga juga diimbau waspada terhadap potensi kenaikan debit air serta aktif dalam kerja bakti pembersihan saluran air," tandasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com