Nasional . 08/03/2026, 20:38 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 9–10 Maret 2026.
Peringatan dini ini disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait meningkatnya aktivitas atmosfer yang dapat memicu cuaca ekstrem.
Dalam prakiraan terbaru, BMKG menyebut sejumlah fenomena atmosfer diprediksi aktif dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan, gelombang Kelvin dan gelombang Low Frequency diperkirakan aktif di sejumlah kawasan Indonesia. Fenomena ini dapat memicu peningkatan pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain:
Selain itu, BMKG juga mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya Bengkulu. Sistem ini bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot dan tekanan minimum 1006 hPa.
Meski diprediksi menjauh dari wilayah Indonesia, fenomena tersebut tetap berpotensi mempengaruhi pola cuaca dan meningkatkan intensitas hujan di beberapa daerah.
Tak hanya itu, terpantau pula sirkulasi siklonik di Samudra Hindia bagian barat Sumatera Utara hingga Aceh. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang di pesisir barat Sumatera Utara sehingga berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media