Nasional . 09/03/2026, 08:09 WIB

AWAS JANGAN Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di Jalanan, BI Imbau Gunakan Jalur Resmi!

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – Fenomena jasa penukaran uang baru mulai menjamur di trotoar ibu kota seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2026. Meski terlihat praktis, Bank Indonesia (BI) secara tegas mengimbau masyarakat untuk menghindari transaksi di pinggir jalan karena risiko keamanan yang sangat tinggi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menekankan bahwa menukar uang di luar jalur resmi berisiko pada keaslian uang yang tidak terjamin. Selain potensi mendapatkan uang palsu, masyarakat juga rentan terhadap ketidakakuratan jumlah uang serta potensi penipuan lainnya.

Melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026, BI telah menyiapkan mekanisme yang jauh lebih aman bagi publik.

“Masyarakat sebaiknya melakukan penukaran melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan agar terjamin keasliannya, tepat jumlahnya, dan terjaga keamanannya,” tegas Ramdan dalam keterangan tertulisnya.

Tahun ini, BI mengalokasikan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Dari total tersebut, sebanyak Rp177 triliun mengalir melalui jaringan perbankan dan ATM, sementara Rp8,6 triliun disiapkan khusus untuk layanan penukaran langsung dengan kuota Rp5,3 juta per paket penukaran.

Untuk memudahkan warga, BI menyediakan 2.883 titik lokasi dengan total 8.755 layanan di seluruh penjuru Indonesia. Layanan ini mencakup kas keliling, kantor bank umum, hingga titik terpadu di lokasi strategis seperti pusat keramaian dan rumah ibadah. Masyarakat bisa memesan jadwal penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di situs pintar.bi.go.id untuk menghindari antrean panjang.

Hingga saat ini, antusiasme warga sangat tinggi dengan tercatatnya lebih dari satu juta penukar yang telah mendapatkan jadwal melalui aplikasi tersebut. Selain kemudahan akses, BI juga terus mengedukasi masyarakat mengenai gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Warga diingatkan untuk selalu mengecek keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan perilaku "5 Jangan": jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com