Megapolitan . 09/03/2026, 13:02 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Longsoran gunungan sampah terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu siang, 8 Maret 2026. Peristiwa tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan operasi tanggap darurat guna mempercepat penanganan serta proses pencarian korban.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa langkah tanggap darurat segera diaktifkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sejak hari sebelumnya.
"Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat mulai kemarin untuk memastikan keselamatan petugas, melakukan penanganan korban, serta menstabilkan area agar layanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu menyebabkan akses jalan di kawasan tersebut tertutup. Selain itu, aliran Kali Ciketing juga tertimbun material sampah sepanjang kurang lebih 40 meter.
Sebagai langkah penanganan awal, operasional di Zona 4 TPST Bantargebang—lokasi terjadinya longsor—ditutup sementara agar proses tanggap darurat dapat berjalan lebih maksimal.
"Sebagai langkah mitigasi, layanan di Zona 4A ditutup sementara. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang diminimalkan operasionalnya, dialihkan ke Zona 3, serta disiapkan dua titik baru sambil dilakukan perapihan," ujar Pramono.
Dalam upaya pencarian korban, tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.
Untuk mendukung operasi tersebut, sebanyak 19 unit alat berat jenis ekskavator dan tujuh ambulans disiagakan di area longsor.
Hingga kini, tercatat empat orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Para korban terdiri dari dua warga serta dua sopir truk sampah yang sedang bekerja di lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia masing-masing bernama Enda Widayanti dan Sumine yang merupakan warga setempat, serta Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin yang berprofesi sebagai sopir truk sampah.
Selain korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka-luka, sementara lima orang dilaporkan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan korban yang meninggal dari PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan," kata Pramono.
"Sementara biaya pengobatan bagi yang luka-luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," pungkasnya.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media