Internasional . 09/03/2026, 14:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Jenis ini menggunakan mesin khusus bernama scramjet (supersonic combustion ramjet). Mesin tersebut memungkinkan rudal mempertahankan kecepatan hipersonik sepanjang penerbangan tanpa harus keluar dari atmosfer.
Teknologi scramjet inilah yang menjadi salah satu inovasi terbesar dalam pengembangan rudal modern.
Rudal balistik adalah jenis rudal yang diluncurkan menggunakan roket pendorong dan mengikuti lintasan parabola menuju target.
Setelah mencapai ketinggian tertentu, rudal ini akan melanjutkan perjalanan di luar atmosfer sebelum akhirnya kembali memasuki atmosfer dan menghantam sasaran.
Berbeda dengan rudal hipersonik yang bisa bermanuver di udara, lintasan rudal balistik relatif lebih dapat diprediksi karena mengikuti jalur balistik seperti benda yang dilempar ke udara.
Perjalanan rudal balistik biasanya terdiri dari tiga fase utama.
Ini adalah tahap awal peluncuran ketika roket pendorong mendorong rudal keluar dari peluncur hingga mencapai ketinggian tertentu.
Pada tahap ini, rudal berada di luar atmosfer dan meluncur menuju target. Di fase ini, rudal balistik dapat mencapai kecepatan sekitar 24.000 kilometer per jam.
Fase terakhir adalah ketika rudal kembali memasuki atmosfer dan menukik tajam menuju target. Pada tahap ini kecepatannya biasanya menurun hingga sekitar 3.200 kilometer per jam.
Meski lintasannya lebih mudah diprediksi dibandingkan rudal hipersonik, rudal balistik tetap sangat mematikan karena jangkauannya yang sangat jauh dan kemampuannya membawa hulu ledak besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media