Internasional . 09/03/2026, 08:50 WIB

SAH! Iran Tunjuk Anak Ali Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi, Gantikan Sang Ayah yang Tewas dalam Serangan AS-Israel

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id – Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara itu menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026 lalu.

Penunjukan tersebut dilakukan para ulama Iran pada Minggu kemarin 8 Maret 2026, di tengah situasi perang yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun kini akan memimpin Republik Islam Iran menghadapi perang yang dilancarkan AS dan Isreal ke Teheran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengajak seluruh pihak untuk bersatu mendukung pemimpin tertinggi yang baru. Ia sebelumnya ditugaskan mengoordinasikan strategi keamanan Iran setelah serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Dukungan juga datang dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menyebut mengikuti pemimpin tertinggi baru sebagai kewajiban bagi masyarakat Iran.

Meski belum pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik atau mengikuti pemilu, Mojtaba Khamenei dikenal memiliki pengaruh besar di lingkaran dalam kekuasaan Iran.

Selama bertahun-tahun ia disebut memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Dalam beberapa tahun terakhir, namanya memang sering disebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya.

Banyak pengamat menilai penunjukan Mojtaba menunjukkan bahwa kelompok garis keras masih memiliki pengaruh kuat dalam pemerintahan Iran.

Jurnalis Al Jazeera Ali Hashem menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai sosok yang selama ini menjadi “penjaga gerbang” bagi ayahnya dalam lingkaran kekuasaan.

"Dia mengadopsi posisi ayahnya sehubungan dengan Amerika Serikat, sehubungan dengan Israel. Jadi kita mengharapkan seorang pemimpin yang konfrontatif. Kita tidak mengharapkan moderasi apa pun," katanya.

Meski begitu, ia menilai kemungkinan perubahan tetap terbuka jika konflik berakhir dan Mojtaba mampu mempertahankan kekuasaan dalam jangka panjang.

"Namun, jika perang ini berakhir dan dia masih hidup, dan dia mampu terus menjalankan negara, akan ada potensi besar... untuk menemukan jalan baru bagi Iran," kata Hashem.

Sementara itu, anggota Majelis Pakar Iran Heidari Alekasir mengatakan pemilihan Mojtaba mengikuti nasihat mendiang Ali Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya ditakuti oleh musuh, bukan dipuji.

Militer Israel bahkan sempat memperingatkan bahwa siapa pun yang menggantikan Khamenei bisa menjadi target serangan berikutnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com