Kesehatan . 09/03/2026, 11:53 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Menyimpan stok daging berlebih di freezer saat Lebaran sering kali membuat kita abai pada tanda-tanda kerusakan, padahal mengkonsumsinya berisiko menyebabkan keracunan makanan. Karena penyimpanan yang terlalu lama, bahkan di dalam mesin pendingin sekalipun, tidak menjamin daging tetap dalam kondisi prima. Alih-alih mendapatkan asupan protein, mengonsumsi daging yang sudah mulai membusuk justru berisiko fatal bagi kesehatan.
Lantas, bagaimana cara memastikan daging di dapur Anda masih layak konsumsi atau justru harus segera dibuang? Berikut adalah ciri-ciri utama pembusukan daging yang perlu Anda waspadai:
1. Perubahan Tekstur Lengket dan Berlendir
Tekstur adalah indikator paling nyata. Daging segar umumnya terasa lembap namun padat. Jika permukaan daging mulai terasa lengket atau mengeluarkan lendir yang tidak biasa, itu adalah tanda aktivitas mikroorganisme sedang berlangsung. Proses kimiawi berupa pemecahan lemak dan protein oleh bakteri telah merusak jaringan daging, membuatnya tak lagi aman untuk diolah.
2. Aroma yang Menyengat
Indra penciuman adalah benteng pertahanan pertama. Daging yang masih layak konsumsi biasanya memiliki aroma khas yang segar. Sebaliknya, bau busuk, asam, atau amis yang menyengat adalah alarm keras bahwa pembusukan telah mencapai tahap lanjut. Jangan pernah mencoba mengolah daging dengan aroma seperti ini meskipun Anda berniat membumbuinya dengan rempah yang kuat.
3. Degradasi Warna Pucat hingga Kehitaman
Warna daging sering kali menipu mata, namun ada pola yang jelas. Pada daging sapi, warna merah bisa berubah menjadi abu-abu atau pucat karena reaksi kimia metmyoglobin saat terpapar oksigen. Jika warna berubah menjadi kehitaman atau muncul bercak kehijauan (terutama pada kulit ayam), ini menandakan jaringan telah terurai sepenuhnya oleh bakteri pembusuk.
4. Kondisi Daging yang Mengering
Meski freezer bisa memperpanjang masa simpan, daging yang dibekukan terlalu lama cenderung mengalami freezer burn atau mengering. Secara bertahap, kualitas nutrisi dan rasa akan menurun drastis. Sebagai panduan, disarankan untuk mengolah daging segar paling lambat dua hari setelah dibeli jika hanya disimpan di bagian pendingin biasa.
Risiko Kesehatan yang Mengintai
Memaksakan diri mengonsumsi daging yang tidak segar dengan alasan "sayang dibuang" adalah keputusan yang berisiko. Bakteri patogen pada daging busuk dapat menyebabkan keracunan makanan serius. Gejala seperti muntah, diare akut, hingga demam tinggi sering kali muncul tak lama setelah dikonsumsi.
Menjaga ketelitian dalam memilih dan menyimpan bahan makanan adalah langkah sederhana namun krusial untuk melindungi kesehatan keluarga. Jika tanda-tanda di atas muncul, pilihan terbaik hanyalah satu segera singkirkan dari dapur Anda.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media