Megapolitan . 10/03/2026, 12:42 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan selama masa libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Skema jadwal piket telah disusun untuk mengantisipasi potensi timbunan sampah domestik yang diprediksi meningkat.
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, meskipun operasional tidak berjalan penuh seperti hari biasa, petugas kebersihan tetap disiagakan di titik-titik krusial.
"Pelayanan sampah adalah bagian yang tidak boleh libur. Kami sudah membuat jadwal piket untuk backup saat hari raya bagi sopir, kenek, maupun petugas pesapon," ucap Ujat kepada FIN di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa 10 Maret 2026.
DLHK akan mengerahkan sekitar 50 persen armada normal untuk bersiaga di lapangan sejak H-3 Lebaran. Prioritas utama pengangkutan meliputi kawasan pasar, jalur nasional yang dilalui pemudik, serta ruang publik seperti Alun-alun Tigaraksa.
"Jika biasanya ada 10 mobil, minimal 5 mobil harus standby untuk melayani ruang publik. Jalur rutin yang dilewati banyak orang harus tetap bersih, tidak elok jika terlihat tumpukan sampah di sana," katanya.
Ujat menambahkan, karakteristik sampah saat Lebaran biasanya didominasi oleh sampah rumah tangga atau food waste yang cepat membusuk. Hal ini dipicu oleh tradisi makan bersama selama hari raya.
Meski kesiapan personel telah diatur, pihak DLHK mengakui adanya kendala teknis di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Meluapnya Kali Cirarap akibat hujan deras beberapa waktu lalu menyebabkan area TPA terendam banjir hingga ketinggian setengah meter.
Kondisi ini berdampak langsung pada ritase pembuangan sampah. Armada yang biasanya mampu melakukan dua kali pengangkutan dalam sehari, kini terhambat.
"Jalur buang terganggu, mobil tidak bisa dua rit sekarang. Bahkan kemarin ada armada yang sampai menginap di TPA karena genangan air di dalam lokasi bukan masalah drainase, tapi luapan kali," jelasnya.
Pihaknya pun memohon maklum kepada masyarakat jika terjadi sedikit keterlambatan pengangkutan di beberapa titik pelayanan. Ujat menegaskan hambatan tersebut murni disebabkan oleh faktor alam di lokasi pembuangan akhir (TPL).
"Kami mohon permakluman jika pelayanan agak terganggu. Kondisi di ujung (TPA) sedang terdampak banjir. Kami sedang menunggu elevasi air sungai menyusut untuk melakukan normalisasi total," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media