Internasional . 10/03/2026, 23:08 WIB

Sejak Perang Dimulai, 460 Warga Teheran Tewas, 4.000 Lainnya Terluka

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Setidaknya 460 orang tewas dan 4.309 lainnya luka-luka di ibu kota Iran, Teheran, sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran. Hal itu diungkapkan wakil kepala Departemen Kesehatan Darurat Teheran, Mehr Soroush, Selasa, 10 Maret 2026.

Mehr Soroush mengatakan kepada penyiar publik IRIB News, bahwa 18 ambulans dan 18 pos darurat rusak di ibu kota akibat serangan sejak 28 Februari.

Israel dan AS terus melakukan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang, dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.

Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS.

Senator Demokrat Desak Pentago Beri Penjelasan Soal Korban di Sekolah Iran

Sementara itu, sekelompok senator senior Partai Demokrat AS mendesak Pentagon untuk memberikan “jawaban yang jelas” dan melakukan penyelidikan “tidak memihak” terkait serangan terhadap sekolah perempuan di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak, selama serangan udara AS-Israel terhadap Iran.

Senator Brian Schatz dari Hawaii, Patty Murray dari negara bagian Washington, Jeanne Shaheen dari New Hampshire, Jack Reed dari Rhode Island, Mark Warner dari Virginia, dan Chris Coons dari Delaware mengatakan mereka “terkejut” oleh laporan tentang serangan 28 Februari terhadap sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan.

“Pembunuhan anak-anak sekolah sangat mengerikan dan tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” kata para anggota parlemen dalam pernyataan bersama.

“Anggota militer Amerika diatur oleh peraturan ketat yang dimaksudkan untuk mempromosikan profesionalisme tertinggi, jadi insiden ini dan insiden serupa lainnya harus ditinjau sepenuhnya dan tidak memihak,” tambah pernyataan itu.

Mereka juga menyampaikan kekhawatiran tentang komentar Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang sebelumnya mengatakan serangan AS di Iran tidak akan terikat oleh apa yang disebutnya sebagai "aturan keterlibatan yang bodoh."

Investigasi oleh New York Times berdasarkan citra satelit, video yang terverifikasi, dan unggahan media sosial menemukan bahwa sekolah tersebut rusak parah akibat serangan presisi yang terjadi sekitar waktu yang sama dengan serangan terhadap pangkalan angkatan laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berdekatan.

Laporan tersebut mengatakan, rudal yang terlihat dalam rekaman tersebut adalah Tomahawk, senjata yang hanya digunakan dalam konflik oleh militer AS.

Presiden Donald Trump telah membantah tanggung jawab AS dan menyatakan bahwa Iran yang harus disalahkan. Pentagon menyatakan sedang meninjau insiden tersebut.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com