Politik . 11/03/2026, 09:29 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Namun, partisipasi Indonesia dalam konfigurasi Board of Peace (BoP) memunculkan perdebatan hangat di kalangan masyarakat dan pengamat kebijakan.
Banyak masukan dan kritik muncul mengenai manfaat strategis keikutsertaan dalam BoP bagi kepentingan nasional.
Adidaya Institute melihat keputusan pemerintah untuk tetap berada di BoP sebagai langkah strategis yang selaras dengan amanat UUD 1945.
Partisipasi ini sejatinya menegaskan komitmen Indonesia untuk aktif berperan dalam menciptakan ketertiban dunia.
Namun, eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi meredupkan kepercayaan internasional terhadap efektivitas BoP dalam membangun perdamaian dan rekonstruksi Palestina.
"Adidaya Institute juga mencermati bahwa eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan internasional terhadap efektivitas arsitektur BoP dalam membangun perdamaian dan rekonstruksi Palestina," tutur Bramastyo.
Oleh karena itu, Adidaya Institute menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk melakukan kalibrasi geopolitik yang cepat terhadap setiap konfigurasi strategis yang memengaruhi kepentingan Indonesia.
Apabila evaluasi menunjukkan perlunya penyesuaian posisi Indonesia dalam BoP, langkah tersebut harus dilakukan secara terukur, sembari tetap menjaga hubungan diplomatik yang konstruktif dengan Amerika Serikat.
"Pemerintah tentu tidak perlu terburu-buru mengambil langkah keluar dari (BoP)," ujar Bramastyo.
Ia menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian global, sikap tenang, rasional, dan strategis sangatlah vital.
Kehadiran Indonesia di BoP seharusnya dipandang sebagai peluang diplomatik untuk memperjuangkan kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Bramastyo mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun, wacana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza selalu terbentur tembok politik internasional.
Melalui mekanisme BoP, untuk pertama kalinya muncul peluang realistis bagi Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam misi perdamaian di kawasan tersebut.
Sebaliknya, jika kepercayaan terhadap BoP terus terkikis akibat eskalasi konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel, maka pemerintah perlu mempertimbangkan kembali keanggotaannya.
Keputusan ini tentu harus diambil dengan pertimbangan matang, termasuk dampak terhadap hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat yang memiliki dimensi geoekonomi yang sangat luas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media