JEBOL! Tel Aviv Dibombardir Rudal Khayber, Iron Dome Israel Tak Berdaya

news.fin.co.id - 12/03/2026, 13:33 WIB

JEBOL! Tel Aviv Dibombardir Rudal Khayber, Iron Dome Israel Tak Berdaya

Iron Dome Israel

  • Pengalih perhatian sistem radar

  • Penguras stok interceptor

  • Pemicu aktivasi sistem pertahanan udara

Setelah sistem pertahanan aktif dan sebagian sumber daya digunakan, gelombang berikutnya berupa rudal balistik dan rudal jarak menengah diluncurkan.

Strategi ini sering disebut sebagai serangan kawanan drone dan saturasi , yang kini menjadi salah satu konsep penting dalam peperangan modern.

Teknologi Rudal Khayber dan Kemampuan Penetrasi Pertahanan Udara

Rudal yang menjadi sorotan dalam serangan ini adalah Khayber , yang dalam beberapa laporan disebut sebagai varian dari keluarga rudal Khorramshahr milik Iran.

Rudal Khayber dirancang dengan sejumlah fitur untuk meningkatkan kemampuan penetrasi pertahanan udara, salah satunya adalah penggunaan hulu ledak klaster .

Saat memasuki fase terminal penerbangan, rudal dapat:

  1. Terpecah menjadi puluhan sub-munisi

  2. Menghasilkan banyak objek kecil yang bergerak menuju sasaran

  3. Membingungkan radar dan sistem pencegat

Hal ini menciptakan tantangan teknis bagi sistem perlindungan udara seperti:

  • Kubah Besi

  • Ketapel Daud

Iron Dome pada dasarnya dirancang untuk mencegat roket dan proyektil tunggal dengan lintasan tertentu. Ketika satu rudal tiba-tiba berubah menjadi puluhan objek kecil, sistem radar harus mengidentifikasi dan memprioritaskan target dalam hitungan detik.

Dalam kondisi serangan saturasi, proses ini menjadi jauh lebih kompleks.

Tantangan Sistem Pertahanan Berlapis Israel

Selama lebih dari dua dekade, Israel bersama Amerika Serikat mengembangkan konsep perlindungan udara berlapis atau perlindungan udara berlapis.

Sistem tersebut terdiri dari beberapa lapisan, antara lain:

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID