Internasional . 12/03/2026, 22:59 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa pasukan negaranya harus menjaga Selat Hormuz yang strategis tetap tertutup.
Perintah Mojtaba dibacakan oleh seorang presenter di televisi pemerintah, Kamis, 12 Maret 2026.
“Pengungkit untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan,” kata Khamenei tentang jalur air strategis yang dilalui seperlima minyak dunia tersebut.
Ini adalah pernyataan pertama Mojtaba sejak ia diproklamasikan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru pada akhir pekan lalu.
Mojtaba juga menyerukan negara-negara di kawasan itu untuk menutup pangkalan AS mana pun yang mereka tampung.
“Saya merekomendasikan agar mereka menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin, karena mereka pasti telah menyadari sekarang bahwa klaim Amerika tentang membangun keamanan dan perdamaian hanyalah kebohongan,” katanya.
Khamenei bersumpah untuk membalas kematian sejak dimulainya perang dengan AS dan Israel.
“Sebagian kecil dari pembalasan ini sejauh ini telah terwujud secara nyata, tetapi sampai sepenuhnya tercapai, kasus ini akan tetap menjadi salah satu prioritas kami,” katanya.
“Kami akan menuntut ganti rugi dari musuh, dan jika mereka menolak, kami akan mengambil sebanyak mungkin harta benda mereka sesuai yang kami tentukan, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan jumlah harta benda mereka yang sama,” tambah Mojtaba.
Kementerian Kesehatan Iran mengatakan pada 8 Maret bahwa lebih dari 1.200 orang telah tewas, dan lebih dari 10.000 warga sipil terluka.
Pada 28 Februari, AS dan Israel membunuh mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei dalam serangan awal yang memicu perang yang sejak itu menyebar ke seluruh Timur Tengah.
Iran telah merespons dengan serangan drone dan rudal ke Israel dan di seluruh wilayah tersebut dan secara efektif menutup Selat Hormuz yang strategis.
Khameni yang berusia 56 tahun belum tampil di depan umum sejak pengangkatannya dan televisi pemerintah melaporkan bahwa ia telah terluka selama perang yang sedang berlangsung.
Pemimpin baru itu mengucapkan terima kasih kepada sekutu Iran di kawasan tersebut, termasuk Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan kelompok-kelompok bersenjata di Irak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media