Internasional . 12/03/2026, 08:51 WIB

Trump Ancam Serang 20 Kali Lipat Jika Aliran Minyak Dihentikan, Iran:Hati-hati Anda yang Kami Bunuh!

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fib.co.id – Ketegangan dunia memuncak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman akan menghancurkan Iran 20 kali lipat lebih keras. Menanggapi gertakan tersebut, petinggi senior Iran Ali Larijani justru membalikkan ancaman dengan memperingatkan bahwa nyawa Trump kini dalam bahaya eliminasi.

Ketegangan antara Teheran dan Washington mencapai titik nadir setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Larijani secara terbuka memperingatkan Trump mengenai potensi eliminasi atau pembunuhan terhadap dirinya jika terus memicu provokasi militer terhadap bangsa Iran.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Larijani membalas gertakan Trump dengan menegaskan bahwa rakyat Iran yang terinspirasi oleh semangat Asyura tidak akan gentar terhadap ancaman kosong. Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh besar dunia di masa lalu pun gagal menghapus keberadaan bangsa Iran dari peta dunia.

"Bahkan mereka yang lebih besar darimu telah gagal melenyapkan bangsa Iran. Berhati-hatilah agar jangan sampai kamu sendiri yang dieliminasi (dibunuh)!" tegas Larijani dalam pesannya yang ditujukan langsung kepada Trump, Selasa, 10 Maret 2026.

Picu Perang Kata-Kata dan Ancaman Militer

Pernyataan keras Larijani tersebut merupakan respons langsung atas gertakan Trump di platform Truth Social. Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang Iran "20 kali lebih keras" jika Teheran nekat menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz. Trump bahkan sesumbar akan menghancurkan target-target vital yang membuat Iran mustahil untuk bangkit kembali sebagai sebuah negara.

"Jika Iran melakukan apa pun yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dipukul oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras. Maut, api, dan kemarahan akan menimpa mereka," klaim Trump dalam unggahannya tersebut.

Konflik Bersenjata yang Kian Membara

Eskalasi ini terjadi di tengah kampanye militer skala besar yang diluncurkan AS dan rezim Zionis terhadap Iran. Serangan tersebut menyusul peristiwa pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior pada 28 Februari lalu.

Agresi udara yang menyasar lokasi militer dan sipil di seluruh Iran telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas dan korban jiwa yang signifikan. Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran terus melancarkan operasi pembalasan dengan mengirimkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika serta Israel di wilayah pendudukan dan pangkalan regional lainnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com