Nasional . 13/03/2026, 06:23 WIB

Indonesia Sepakat Beli Rudal Jelajah BrahMos Buatan India-Rusia Seharga Triliunan Rupiah

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Pemerintah Indonesia dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi sistem rudal jelajah BrahMos. Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rico Ricardo Sirait.

Menurut Rico, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan sekaligus memperkuat kerja sama strategis antara Jakarta dan India di bidang pertahanan.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memodernisasi persenjataan kami, terutama dalam memperkuat pertahanan pantai kami,” dikutip dari Jakarta Globe, Jumat 13 Maret 2026.

Meski mengonfirmasi adanya kesepakatan, pihak Kementerian Pertahanan tidak mengungkapkan nilai kontrak pembelian tersebut. Rudal BrahMos sendiri diproduksi oleh BrahMos Aerospace, perusahaan patungan yang dimiliki oleh pemerintah India dan Rusia.

Sebelumnya pada 2023, perusahaan tersebut sempat menyebut bahwa pembicaraan dengan Indonesia berkisar pada potensi kontrak antara US$200 juta hingga US$350 juta, atau sekitar Rp3,2 triliun sampai Rp5,6 triliun.

Sementara itu, laporan lembaga think tank di India menyebutkan bahwa harga rata-rata satu rudal BrahMos saat ini mencapai US$4,75 juta, setara sekitar Rp76 miliar.

BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia. Sistem persenjataan ini merupakan produk unggulan kerja sama pertahanan India–Rusia dan telah dipasarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia.

Jika proses pembelian tersebut benar-benar rampung, Indonesia akan menjadi negara kedua yang membeli sistem ini dari luar negeri setelah Filipina. Manila lebih dulu menandatangani kontrak ekspor BrahMos dengan India pada 2022.

Sejauh ini, otoritas pertahanan India maupun pihak BrahMos Aerospace belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan kesepakatan tersebut.

Rencana akuisisi ini juga dinilai mencerminkan program modernisasi militer Indonesia yang lebih luas, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pertahanan maritim. Selain itu, langkah ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran India sebagai pemasok persenjataan bagi negara-negara di Asia Tenggara.

Dari sudut pandang strategis, pembelian BrahMos oleh Indonesia juga dinilai berkaitan dengan dinamika keamanan di kawasan Laut China Selatan. Meski dokumen resmi Indonesia tidak secara langsung menyebut China sebagai ancaman, Buku Putih Pertahanan 2015 telah memperingatkan bahwa pelanggaran kedaulatan maritim dan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dapat berdampak pada keamanan pulau-pulau terluar Indonesia.

Karena itu, peningkatan kemampuan pertahanan laut menjadi salah satu prioritas penting dalam kebijakan pertahanan nasional.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com