Nasional . 13/03/2026, 07:41 WIB

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Prediksi Idul Fitri 1447 H Versi Pemerintah, Muhammadiyah, hingga BMKG

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id  – Mendekati akhir bulan puasa, banyak dari kita yang sudah mulai tanya-tanya: "Kapan sih Lebaran 2026?" Di Indonesia, penentuan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah biasanya melihat dua cara, yaitu lewat hitungan astronomi (hisab) dan pantauan bulan baru (rukyat hilal).

Penetapan tanggal ini bukan cuma urusan pemerintah lewat Kementerian Agama saja. Organisasi besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama juga ikut memantau. Selain itu, lembaga seperti BMKG dan BRIN juga memberikan analisis mereka berdasarkan data sains.

Karena cara hitungnya beda-beda, potensi beda hari Lebaran hampir selalu ada tiap tahun. Makanya, masyarakat biasanya tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah lewat sidang isbat.

Jadwal Sidang Isbat Pemerintah dan NU

Pemerintah melalui Kementerian Agama bakal menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah lewat sidang isbat. Kalau melihat jadwal yang ada, sidang buat menentukan Idul Fitri 2026 ini akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2026, yang pas dengan tanggal 29 Ramadan 1447 H.

Rencananya, sidang ini diadakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, mulai jam 4 sore (16.00 WIB). Dalam prosesnya, pemerintah akan menggabungkan hasil hitungan astronomi dengan laporan langsung dari orang-orang yang memantau hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Sidang isbat ini juga melibatkan banyak pihak, mulai dari ahli astronomi, perwakilan organisasi Islam, sampai lembaga seperti BMKG dan BRIN. Setelah semua dibahas, Menteri Agama akan mengumumkan hasilnya secara resmi kepada kita semua. Biasanya, Nahdlatul Ulama ikut keputusan pemerintah karena metodenya mirip, yaitu menggabungkan hitungan hisab dengan pantauan rukyat hilal.

Versi Muhammadiyah: Lebaran Lebih Awal?

Beda dengan pemerintah, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan jadwal Idul Fitri memakai metode hisab. Keputusan ini tertuang dalam maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Berdasarkan hitungan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Mereka memakai sistem yang namanya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam hitungan itu, disebutkan kalau ijtimak (posisi bulan dan matahari dalam satu garis) menjelang awal Syawal terjadi pada 19 Maret 2026. Makanya, Muhammadiyah menetapkan kalau awal bulan Syawal dimulai besoknya, yaitu 20 Maret 2026.

Apa Kata BMKG dan BRIN?

Selain ormas agama, lembaga ilmiah juga kasih prediksi. BMKG memprediksi kalau konjungsi atau ijtimak akan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sekitar jam 08.23 WIB.

Tapi, kalau melihat posisi hilal pas matahari terbenam di wilayah Indonesia pada tanggal itu, BMKG menilai hilal sepertinya belum memenuhi syarat visibilitas (keterlihatan) yang ditetapkan MABIMS. Dalam standar itu, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan elongasinya paling tidak 6,4 derajat.

Karena posisi hilal diperkirakan masih di bawah batas itu, ada kemungkinan bulan Ramadan digenapkan jadi 30 hari. Kalau skenario ini terjadi, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com