Internasional . 13/03/2026, 17:37 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan pengecualian selama 30 hari bagi negara-negara sekutunya untuk membeli minyak dan produk minyak bumi Rusia yang dikenai sanksi dan saat ini terdampar di laut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan, langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasar energi global yang terguncang oleh perang Iran.
Bessent, dalam sebuah pernyataan di X yang dirilis beberapa jam setelah harga minyak acuan melonjak di atas USD100 per barel, mengatakan bahwa langkah tersebut "dirancang secara sempit" dan "jangka pendek" dan tidak akan memberikan manfaat finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia.
"Kenaikan sementara harga minyak adalah gangguan jangka pendek dan sementara yang akan menghasilkan manfaat besar bagi negara dan ekonomi kita dalam jangka panjang," kata Bessent, Jumat, 13 Maret 2026.
Saat ini terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang berada di perairan di 30 lokasi berbeda di seluruh dunia, lapor Fox News.
Pada hari Kamis, utusan presiden Rusia Kirill Dmitriev mengatakan bahwa ia telah membahas krisis energi saat ini dengan delegasi AS yang termasuk utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, dalam pertemuan di Florida.
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengeluarkan pengecualian 30 hari pada 5 Maret khusus untuk India, yang memungkinkan New Delhi untuk membeli minyak Rusia yang tertahan di laut.
Ketegangan regional telah melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz, mengganggu aliran minyak dan gas Timur Tengah yang vital dan mendorong harga energi lebih tinggi.
Pada hari Rabu, Washington mengumumkan akan melepaskan 172 juta barel minyak dari cadangan minyak strategis dalam upaya untuk menekan harga minyak yang meroket setelah perang di Iran.
Pelepasan tersebut merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas oleh Badan Energi Internasional (IEA) yang beranggotakan 32 negara untuk melepaskan 400 juta barel minyak.
IEA sebelumnya menyatakan pada hari Kamis bahwa perang di Timur Tengah menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Lisensi yang dikeluarkan oleh Washington pada hari Kamis mengizinkan pengiriman dan penjualan minyak mentah dan produk minyak bumi Rusia yang dimuat di kapal mulai 12 Maret dan berlaku hingga tengah malam waktu Washington pada 11 April.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media