Nasional . 14/03/2026, 14:49 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti langkah drastis yang diambil Pakistan dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat ketegangan geopolitik global.
Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah pemangkasan gaji menteri hingga anggota parlemen demi menghemat anggaran negara.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa situasi geopolitik global, khususnya konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat serta Israel, berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan memberikan dampak besar terhadap ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia.
Menurut Prabowo, konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah dapat memicu ketidakstabilan energi global.
Ketegangan tersebut membuat banyak negara mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Presiden menilai Indonesia juga perlu mempersiapkan berbagai strategi agar tidak terlalu terdampak oleh gejolak ekonomi global yang dipicu oleh konflik internasional.
“Gejolak geopolitik ini berdampak terhadap harga minyak dunia. Karena itu kita harus mulai memasang ancang-ancang strategi,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet tersebut.
Sebagai contoh, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah Pakistan telah mengambil langkah yang sangat serius untuk mengatasi tekanan ekonomi di negaranya.
Menurutnya, Pakistan bahkan menganggap situasi tersebut sebagai kondisi krisis yang membutuhkan langkah darurat, mirip dengan penanganan saat pandemi COVID-19.
Beberapa kebijakan penghematan yang diterapkan pemerintah Pakistan antara lain:
Memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen
Mengurangi aktivitas kantor dengan kebijakan work from home (WFH)
Mengurangi hari kerja dari lima hari menjadi empat hari
Membatasi penggunaan kendaraan pemerintah
Prabowo menjelaskan bahwa seluruh penghematan dari pemotongan gaji pejabat negara tersebut dikumpulkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media