Balik Kampung . 15/03/2026, 18:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar gembira bagi Anda yang bersiap mudik Lebaran tahun ini! Jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6, tepatnya ruas Ambarawa-Bawen, menunjukkan respon luar biasa dari masyarakat. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), mencatat lonjakan pengguna yang signifikan. Angka total mencapai 5.496 kendaraan hanya dalam dua hari pertama pembukaannya. Ini menandakan betapa vitalnya jalur alternatif ini bagi kelancaran mudik Lebaran 2026.
Data dari Jasa Marga sangat mencengangkan. Pada Jumat, 13 Maret 2026 (H-8 Idulfitri), tercatat 2.232 kendaraan melintas. Angka ini melonjak drastis keesokan harinya, Sabtu, 14 Maret 2026 (H-7 Idulfitri), dengan 3.264 kendaraan. Peningkatan ini membuktikan bahwa masyarakat sangat antusias memanfaatkan jalur fungsional ini sebagai solusi perjalanan yang lebih cepat dan nyaman.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan kebahagiaannya atas sambutan positif ini. "Selama dua hari pengoperasian jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, tercatat sebanyak 5.496 kendaraan melintas," ujar Rivan. Ia menambahkan bahwa jalur fungsional ini terbukti siap, baik dari sisi konstruksi, layanan operasional, maupun koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Keberadaan jalur ini menjadi strategi jitu Jasa Marga untuk mendistribusikan arus kendaraan. Tujuannya jelas, yaitu mengurai potensi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di Simpang Bawen, salah satu titik rawan macet saat musim libur panjang.
Simpang Bawen memang kerap menjadi momok bagi pemudik. Perpotongan arus dari arah Semarang, Solo, dan Magelang seringkali menciptakan kemacetan panjang. Nah, jalur fungsional Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 KM ini hadir sebagai solusi cerdas. Dengan adanya jalur ini, kendaraan yang menuju wilayah Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan sekitarnya kini punya opsi perjalanan yang lebih lancar. Distribusi arus kendaraan menjadi lebih efisien, sekaligus meminimalkan antrean di jalur arteri, termasuk di sekitar Pasar Projo dan Terminal Bawen.
Rivan menekankan pentingnya jalur ini bagi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. "Pengoperasian jalur fungsional ini merupakan langkah untuk membantu mendistribusikan arus kendaraan sekaligus mengurai potensi kepadatan lalu lintas di kawasan Simpang Bawen," jelas Rivan.
Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan, jalur fungsional ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Skema lalu lintasnya pun diatur khusus. Selama periode arus mudik (13-22 Maret 2026), jalur akan dibuka satu arah dari Bawen menuju Ambarawa. Sebaliknya, saat arus balik (23-30 Maret 2026), rekayasa lalu lintas akan dibalik, dari Ambarawa menuju Bawen.
Meskipun dibuka untuk umum, ada beberapa aturan penting yang harus dipatuhi pengguna jalur fungsional ini. Demi menjaga keselamatan, hanya kendaraan Golongan I (non-bus) yang diperbolehkan melintas. Batas kecepatan maksimum pun dibatasi ketat, hanya 40 km/jam. Ini penting untuk memastikan semua pengendara tetap waspada dan terkendali di jalur yang baru dibuka ini.
Pengoperasian jalur fungsional ini juga bersifat situasional. Artinya, Kepolisian berhak melakukan pengaturan lalu lintas berdasarkan diskresi, terutama jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan di Gerbang Tol (GT) Bawen. Fleksibilitas ini memastikan jalur fungsional tetap berfungsi optimal dan aman bagi semua.
Jasa Marga tidak main-main dalam urusan keselamatan. Berbagai rambu lalu lintas, perangkat keselamatan jalan, dan armada layanan operasional seperti kendaraan patroli keamanan telah disiapkan di sepanjang jalur fungsional. Semuanya demi memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media