Nasional . 16/03/2026, 20:46 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya:
“Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha suci Allah pada waktu pagi dan petang. Tidak ada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, serta mengalahkan musuh sendirian. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.”
Selain dua bentuk di atas, umat Islam juga sering membaca takbir berikut:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin:
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.
Segala puji hanya bagi Allah.”
Takbiran bukan hanya sekadar lantunan kalimat yang diucapkan secara bersama-sama. Amalan ini memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media