Internasional . 16/03/2026, 21:03 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pihak berwenang Iran telah menangkap 500 orang atas tuduhan spionase sejak dimulainya serangan oleh AS dan Israel. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Iran, Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan, Minggu, 15 Maret 2026.
Radan mengatakan, ratusan orang itu ditangkap karena dicurigai "memata-matai musuh dan media yang bermusuhan", menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim News.
Menurut Radan, 250 dari mereka yang ditahan "memberikan informasi intelijen kepada penyiar yang berbasis di London, Iran International, termasuk informasi tentang lokasi yang menjadi target."
"Para tersangka juga dikaitkan dengan kelompok bersenjata dan berusaha mengganggu ketertiban umum," tambahnya. Radan menggambarkan mereka sebagai "mata-mata" yang membocorkan informasi "kepada musuh dan media yang bermusuhan."
Pemerintah Iran menetapkan Iran International TV sebagai "organisasi teroris" pada tahun 2022, menuduhnya menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang protes anti-pemerintah di negara itu.
Iran International TV juga dituding mendorong para demonstran untuk melakukan tindakan kekerasan, serta mengumumkan penyitaan aset stafnya di Iran.
Penangkapan ini terjadi ketika AS dan Israel terus melakukan serangan bersama terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut Iran menargetkan aset militer AS, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan pada beberapa infrastruktur sipil serta memengaruhi pasar global dan penerbangan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media