Viral . 16/03/2026, 08:06 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Nama Ethan Levins belakangan menjadi sorotan di media sosial setelah videonya di TikTok viral. Dalam video tersebut, ia mengklaim mengungkap koordinat lokasi pertahanan militer Israel, bahkan menyebut beberapa titik yang dikaitkan dengan fasilitas strategis di negara itu.
Konten tersebut memicu kontroversi besar karena dianggap berpotensi membahayakan keamanan.
Ethan Levins dikenal sebagai kreator konten media sosial asal Amerika Serikat yang menyebut dirinya sebagai “jurnalis independen” atau pencari kebenaran.
Ia aktif di platform seperti TikTok dan X (Twitter), di mana ia sering mengunggah komentar politik dan geopolitik.
Dalam salah satu video yang viral, Levins menampilkan peta dan koordinat yang menurutnya menunjukkan lokasi sistem pertahanan udara Israel, termasuk posisi yang diklaim terkait pengembangan nuklir Israel.
Konten yang diunggah Levins menampilkan koordinat GPS dari beberapa titik yang disebut sebagai lokasi pertahanan Israel. Ia bahkan secara terbuka meminta Iran menargetkan lokasi tersebut dengan serangan rudal.
Informasi yang ia bagikan disebut mencakup area dekat pangkalan militer serta infrastruktur penting di beberapa wilayah Israel. Tindakan tersebut langsung memicu kecaman luas di media sosial karena dianggap memberikan informasi sensitif kepada pihak yang berpotensi menjadi musuh.
Dikaitkan dengan Serangan Iran
Setelah video tersebut viral, muncul laporan di media sosial yang menyebut beberapa lokasi yang ia sebutkan kemudian menjadi target serangan rudal Iran. Hal ini membuat warganet mengaitkan video Levins dengan insiden tersebut, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel maupun Iran mengenai hubungan langsung antara keduanya.
Levins sendiri kemudian menulis di media sosial bahwa Iran menembakkan rudal ke lokasi yang sebelumnya ia bahas dalam videonya. Pernyataan tersebut justru memperbesar kontroversi dan perdebatan di internet.
Tuduhan Membahayakan Keamanan
Konten Levins menuai kemarahan publik, terutama di Amerika Serikat dan Israel. Banyak pengguna media sosial menilai tindakannya sangat berbahaya karena menyebarkan informasi yang berkaitan dengan lokasi militer di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Beberapa pihak bahkan menyebut tindakan tersebut dapat berpotensi melanggar hukum serius, termasuk kemungkinan tuduhan membantu musuh jika terbukti memberikan informasi yang dapat digunakan untuk menyerang target militer.
Tidak hanya itu, sejumlah akun media sosialnya akhirnya tumbang, entah diblokir pihak platform atau karena direpost massal oleh netizen Amerika dan Israel.
Menanggapi situasi itu, Levins membela diri dengan mengatakan bahwa informasi yang ia gunakan berasal dari sumber terbuka, termasuk siaran televisi Israel. Ia mengklaim bahwa koordinat tersebut bukan data rahasia melainkan informasi yang sudah pernah dibahas secara publik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media