Internasional . 17/03/2026, 14:34 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Laporan dari The New York Times mengungkap fakta mengejutkan.
Disebutkan bahwa Washington menjadikan lengsernya Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, sebagai salah satu target dalam pembicaraan bilateral.
Sumber yang mengetahui negosiasi menyebut bahwa pihak AS telah memberi sinyal agar Diaz-Canel mundur dari jabatannya.
Namun, tuntutan ini jelas sulit diterima oleh pemerintah Kuba. (*)
Pemerintah Kuba selama ini dikenal sangat tegas dalam menolak campur tangan asing.
Miguel Diaz-Canel menegaskan bahwa setiap dialog dengan Amerika Serikat harus dilakukan secara setara dan saling menghormati kedaulatan.
Ia menilai intervensi terhadap sistem politik negara adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan.
Langkah Amerika Serikat terhadap Kuba tidak berhenti pada pernyataan saja.
Setelah menjatuhkan Nicolas Maduro di Venezuela, Washington:
Menghentikan pasokan minyak ke Kuba
Mengancam sanksi kepada negara lain yang memasok energi ke Kuba
Meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik
Kebijakan ini memperparah kondisi dalam negeri Kuba yang sudah rapuh.
Krisis energi yang terjadi berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat Kuba.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media