Internasional . 19/03/2026, 23:49 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - China mengutuk keras pembunuhan kepala keamanan nasional Iran, Ali Larijani, oleh serangan udara Israel. Beijing menyebutnya "tidak dapat diterima".
"Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, Kamis, 19 Maret 2026.
"China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," kata Lin.
Selama ini, Beijing adalah mitra Teheran. Tetapi, China juga mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
Larijani adalah tokoh Iran paling terkemuka yang tewas sejak Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan tokoh-tokoh senior lainnya meninggal selama gelombang serangan AS dan Israel ketika perang dimulai pada 28 Februari.
Beijing telah berupaya menengahi perang tersebut. Mereka mengirim utusan khusus untuk Timur Tengah, Zhai Jun untuk melakukan perjalanan ke seluruh wilayah dan bertemu dengan para pejabat tinggi.
Perjalanannya termasuk singgah di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir.
Zhai menekankan selama kunjungannya bahwa "target non-militer tidak boleh diserang, dan keamanan jalur pelayaran tidak boleh diganggu", menurut juru bicara Lin.
"Perjalanan utusan tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya diplomatik intensif Tiongkok di Timur Tengah," kata Lin.
Ia menambahkan bahwa "upaya mediasi diplomatik Beijing tidak akan berhenti selama konflik berlanjut".
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan pekan ini bahwa Beijing akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Iran, Lebanon, Yordania, dan Irak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media