Nasional . 19/03/2026, 20:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Daerah seperti Sumatra dan Kalimantan diperkirakan mengalami peningkatan risiko karhutla akibat kondisi kering berkepanjangan.
Menariknya, tidak semua wilayah akan kering. Beberapa daerah di Indonesia bagian timur justru berisiko mengalami:
Banjir
Longsor
Hal ini akibat curah hujan yang tetap tinggi selama periode kemarau.
Di balik ancaman tersebut, ada juga peluang yang bisa dimanfaatkan. Musim kemarau panjang berpotensi meningkatkan produksi garam, khususnya di wilayah pesisir selatan Indonesia.
Kondisi ini dinilai bisa membantu mendukung target swasembada garam nasional pada periode 2026–2027.
Peneliti BRIN, Prof. Erma Yulihastin, menegaskan bahwa kondisi ini harus diantisipasi dengan langkah mitigasi yang matang.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Pengelolaan air yang lebih efisien
Penguatan cadangan pangan
Pencegahan dini kebakaran hutan
Kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi
Pemerintah juga diminta untuk menyiapkan strategi berbeda untuk tiap wilayah, mengingat dampak El Niño tidak merata di seluruh Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media