Nasional . 20/03/2026, 23:06 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Para pemudik diimbau untuk melakukan perjalanan arus balik pada 25-27 Maret 2026. Imbauan ini dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas.
"Puncak arus sesuai dengan prediksi arus balik ini pada tanggal 24 28 dan 29 Maret 2026. Pemerintah sudah memberikan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 25, 26, 27 Maret 2026 sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik ini dihimbau untuk melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, Jumat, 20 Maret 2026.
Menurut Aan, masyarakat tidak harus kembali pada arus puncak pada tanggal 24, 28, dan 29, hal ini agar semata-mata untuk mengurangi volume arus kendaraan yang ada di jalan.
"Untuk arus balik, Kakorlantas juga sudah menyiapkan format-format atau skenario yang akan dilaksanakan," katanya.
Aan juga menyebutkan, rangkaian kegiatan arus mudik tahun 2026 secara umum sudah berjalan dengan baik.
"Untuk itu, kami dari pemerintah dan Kementerian Perhubungan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang pertama kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berkontribusi, sudah bersama-sama melaksanakan arus mudik ini dengan baik," katanya.
Puncak arus balik masa Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi akan berlangsung pada 24 Maret 2026.
“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono di Gedung JMTC Jasa Marga, Jalan Akses Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat.
Selain itu, sambung dia, diprediksi terjadi gelombang kedua puncak arus mudik pada tanggal 28-29 Maret.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media