Internasional . 23/03/2026, 06:28 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Secara resmi, Iran menuntut jaminan keamanan serta kompensasi atas kerusakan akibat serangan. Namun secara realistis, bertahan dari tekanan saja sudah cukup untuk diklaim sebagai kemenangan.
Di sisi lain, Israel justru tampak belum ingin mengakhiri konflik. Pemerintah Benjamin Netanyahu berfokus menghancurkan kemampuan militer Iran, khususnya rudal balistik dan infrastruktur militer IRGC.
Bagi Israel, ancaman dari Iran dianggap tidak bisa ditoleransi, terutama terkait program nuklir dan kekuatan militernya.
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Kuwait berada dalam posisi yang rumit.
Mereka tidak mendukung perang, tetapi tetap menjadi sasaran serangan. Bahkan dalam beberapa jam saja, puluhan proyektil dilaporkan diarahkan ke wilayah mereka dan berhasil dicegat.
Kondisi ini membuat hubungan kawasan semakin tegang dan penuh ketidakpercayaan terhadap Iran.
Penolakan terhadap ajakan AS juga memunculkan dinamika menarik di Eropa. Analis Rusia Kirill Strelnikov menilai bahwa sekutu-sekutu AS diam-diam menikmati momen ini sebagai “balas dendam kecil” terhadap sikap keras Trump sebelumnya.
Trump sendiri merespons dengan nada keras, menegaskan bahwa Amerika akan mengingat siapa saja yang tidak memberikan dukungan.
Pengamat geopolitik Robert D. Kaplan memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang panjang, seperti yang pernah terjadi di Vietnam, Irak, dan Afghanistan.
Dengan harga minyak global terus naik dan aktivitas pelayaran terganggu di Selat Hormuz, dampak konflik ini sudah mulai terasa secara global.
Di dalam negeri AS, tekanan terhadap Donald Trump terus meningkat. Kekhawatiran akan keterlibatan dalam perang mahal di Timur Tengah kembali mencuat.
Namun, menghentikan perang bukan perkara mudah. Jika Iran tetap bertahan dan tidak menunjukkan tanda-tanda melemah, sulit bagi Washington untuk mengklaim kemenangan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media