Nasional . 23/03/2026, 08:02 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Cuaca ekstrem kembali jadi sorotan di awal pekan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan yang melanda berbagai kota besar di Indonesia pada Senin. Intensitasnya pun tidak main-main, mulai dari hujan ringan hingga lebat yang berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Situasi ini tentu tidak bisa dianggap sepele, apalagi di tengah mobilitas masyarakat yang masih tinggi. BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan secara signifikan, sehingga masyarakat perlu lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
Prakirawan BMKG, Afif, menjelaskan bahwa fenomena konvergensi menjadi salah satu pemicu utama kondisi cuaca hari ini. Secara umum, daerah konvergensi terpantau memanjang dari Laut Banda, Maluku bagian selatan, hingga ke tenggara di Laut Arafura.
Kondisi ini mendorong peningkatan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewati. Ketika dua aliran angin bertemu, udara akan terdorong naik dan membentuk awan tebal. Inilah yang kemudian memicu hujan dengan intensitas yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, wilayah yang berada di jalur konvergensi memiliki potensi lebih besar mengalami hujan lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang.
BMKG memetakan sejumlah kota besar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat. Beberapa di antaranya bahkan berisiko mengalami cuaca ekstrem yang disertai kilat dan angin kencang.
Wilayah yang perlu waspada antara lain:
Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Mamuju (Sulawesi Barat), Kendari (Sulawesi Tenggara).
Kota-kota ini masuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Selain itu, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di banyak kota besar lainnya. Meski tidak se-ekstrem wilayah sebelumnya, kondisi ini tetap berpotensi mengganggu aktivitas harian.
Beberapa wilayah tersebut meliputi:
Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Palangka Raya, Manado, Makassar, Ambon, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media