Internasional . 23/03/2026, 10:04 WIB

TERBONGKAR! Bukan Iran, Dalang Serangan ke Bahrain Ternyata dari Rudal Patriot AS, Puluhan Warga Sipil Jadi Korban!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Perkembangan mengejutkan muncul dari insiden ledakan yang terjadi di Bahrain pada 9 Maret 2026. Serangan yang sebelumnya dituding sebagai bagian dari balasan Iran kini disebut-sebut sebagai operasi “false flag”.

Laporan terbaru dari Reuters mengungkap bahwa ledakan yang melukai 32 warga sipil di kawasan Mahazza, Pulau Sitra, dekat ibu kota Manama, diduga disebabkan oleh rudal pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat.

Dalam laporannya, Reuters menyebut bahwa rudal Patriot yang meledak tersebut dioperasikan dari pangkalan militer AS di Bahrain. Temuan ini diperkuat oleh hasil investigasi tim peneliti dari Middlebury Institute of International Studies.

Menurut analisis mereka, rudal tersebut berasal dari baterai pertahanan udara AS yang berada sekitar 4 mil dari lokasi kejadian.

“Rudal pencegat Patriot yang ditembakkan sebelum subuh menyebabkan ledakan yang melukai puluhan warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia, serta menghancurkan rumah-rumah warga,” demikian kutipan laporan tersebut.

Awalnya Iran Dituding Jadi Dalang

Sebelumnya, pemerintah Bahrain bersama Amerika Serikat sempat menuding Iran sebagai pelaku serangan. Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya konflik regional antara Iran dan blok AS-Israel.

Iran memang diketahui melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Namun, pihak Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) membantah keras bahwa mereka menargetkan wilayah sipil.

Iran menegaskan bahwa semua serangan mereka diarahkan ke fasilitas militer, bukan pemukiman warga.

Sejak awal, Iran telah mencurigai adanya skenario operasi bendera palsu atau false flag dalam insiden tersebut.

Kini, setelah laporan investigasi muncul, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa apa yang sebelumnya ditutupi kini mulai terungkap.

“Apa yang disembunyikan oleh musuh, kini telah terungkap,” demikian pernyataan resmi Iran yang dikutip dari Palestine Chronicle.

Iran menilai insiden ini sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mendiskreditkan mereka dan memprovokasi negara-negara Teluk agar ikut terlibat dalam konflik melawan Iran.

Menurut Iran, insiden di Bahrain bukan satu-satunya. Mereka menuding adanya pola operasi serupa di berbagai negara kawasan, termasuk tudingan serangan ke Azerbaijan, Turki, dan Oman.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com