Hukum dan Kriminal . 23/03/2026, 10:14 WIB

Terungkap Motif Keji Suami Siri dan Ibu Angkat Mutilasi Wanita di Samarinda

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda akhirnya mengungkap tabir gelap di balik kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang menimpa seorang wanita berinisial S (35). Aksi keji ini ternyata melibatkan orang terdekat korban, yakni suami siri berinisial J (53) dan ibu angkatnya, R (56).

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, membeberkan bahwa terdapat dua motif utama yang mendorong kedua pelaku nekat menghabisi nyawa korban secara sadis. Motif pertama didasari oleh rasa sakit hati yang mendalam akibat tuduhan perselingkuhan.

"Pelaku merasa sakit hati karena korban berulang kali menuduh kedua pelaku memiliki hubungan gelap dan telah melakukan hubungan badan berkali-kali," ungkap Hendri dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Minggu 22 Maret 2026.

Ingin Menguasai Harta Korban

Selain faktor sakit hati, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa kedua pelaku berniat menguasai aset milik korban. Barang-barang berharga milik S, mulai dari kendaraan bermotor hingga alat komunikasi, menjadi sasaran utama setelah korban dieksekusi.

Hendri menjelaskan bahwa motif ekonomi ini berjalan beriringan dengan dendam pribadi yang sudah lama terpendam. Pelaku J dan R diduga telah bekerja sama untuk melenyapkan korban demi menghapus jejak sekaligus mengambil alih harta bendanya.

Perencanaan Matang Sejak Januari

Fakta mengejutkan lainnya yang terungkap dalam penyidikan adalah aksi ini bukan merupakan tindakan spontan. Tim penyidik menemukan bukti bahwa kedua pelaku telah menyusun rencana pembunuhan tersebut dengan sangat rapi sejak Januari 2026.

Bahkan, J dan R diketahui sempat melakukan survei ke beberapa titik lokasi untuk menentukan tempat pembuangan jasad korban setelah dimutilasi. Perencanaan yang matang ini menunjukkan adanya niat jahat yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

"Sejak Januari 2026, kedua pelaku sudah merencanakan aksi ini. Mereka bahkan melakukan survei lokasi untuk memastikan jenazah korban sulit ditemukan setelah dieksekusi," pungkas Hendri.

Saat ini, kedua pelaku telah mendekam di sel tahanan Polresta Samarinda untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menggemparkan warga Kalimantan Timur ini.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com