Internasional . 24/03/2026, 18:57 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan sosok pemimpin baru untuk Iran di tengah memanasnya situasi geopolitik.
Berdasarkan laporan media internasional, nama Mohammad Bagher Ghalibaf mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat.
Dua pejabat pemerintahan AS menyebut Ghalibaf memiliki pengaruh besar di dalam negeri Iran dan berpotensi membuka jalur komunikasi baru dengan Washington.
Namun demikian, pihak Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan final dan masih mengkaji berbagai opsi yang tersedia.
Dalam pernyataan terpisah, Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan perubahan besar dalam kepemimpinan Iran.
Ia bahkan menyebut proses “perubahan rezim” sudah mulai berjalan.
“Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim,” ujar Trump.
Menurutnya, ada sejumlah figur di Iran yang dinilai cukup rasional dan bisa diajak bekerja sama.
Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa AS tengah menyiapkan skenario politik jangka panjang di Iran.
Menariknya, laporan tersebut juga menyebut bahwa Trump tidak ingin menyerang Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
Keputusan ini diyakini terkait strategi AS yang ingin:
Menjaga stabilitas pasokan minyak
Membuka peluang negosiasi dengan pemimpin baru
Mengamankan kesepakatan energi di masa depan
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media