Nasional . 25/03/2026, 15:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Lebaran agar menghindari periode puncak kepadatan yang diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret, serta berpotensi kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang telah diberlakukan pemerintah pada 25–27 Maret 2026 guna mengurangi penumpukan kendaraan, khususnya di jalur Tol Trans Jawa.
“Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak arus balik. Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA yang diberlakukan oleh pemerintah pada 25, 26 dan 27 Maret 2026 guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia juga meminta masyarakat untuk memeriksa informasi rekayasa lalu lintas sebelum berangkat, mengingat kebijakan di lapangan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy maupun layanan call center Jasa Marga.
Selain itu, pemerintah turut mengingatkan pelaku usaha angkutan logistik agar mematuhi ketentuan pembatasan operasional kendaraan barang yang telah diatur dalam SKB bersama Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian PUPR.
Menurut Dudy, kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk menjaga kelancaran arus balik sekaligus keselamatan pengguna jalan secara keseluruhan.
“Tak bosan-bosan saya menyerukan kepada para pengusaha angkutan logistik untuk tetap patuh pada ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat pada masa arus balik berlangsung aman, tertib, dan juga lancar,” imbuhnya.
Keselamatan Jadi Prioritas
Pemerintah menegaskan bahwa puncak arus balik harus dihadapi dengan kesiapan perjalanan yang matang. Masyarakat diminta menjaga kondisi fisik, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan.
Pengguna kendaraan pribadi diimbau beristirahat secara berkala di rest area, sementara pengguna transportasi umum diminta mengikuti aturan dan menjaga ketertiban di titik keberangkatan maupun kedatangan.
Dudy juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan operator transportasi, datang lebih awal ke titik perjalanan, serta mempersiapkan kebutuhan dengan baik.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan, mengatur waktu perjalanan dengan baik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila lelah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dudy.
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik, termasuk kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan tol, dan Jasa Raharja, atas kerja sama yang menjaga kelancaran Angkutan Lebaran 2026.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media