Viral . 26/03/2026, 06:42 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Dapur MBG milik Hendrik Irawan warga Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat akhir ditutup oleh Badan Gizi Nasional setelah viral joget 'cuan Rp6 juta per hari'.
Hal ini disampaikan langsung oleh Hendrik Irawan di akun TikTok miknya, dikutip pada Kamis 26 Maret 2026.
"SPPG kami diberhentikan sementara oleh Ibu Nanik (Wakil Kepala BGN)," kata Hendrik lewat video.
Hendrik meminta maaf atas unggahan konten di media sosial hingga membuat gaduh publik.
Dia mengaku tak menyangka kegaduhan tersebut berujung pada penghentian operasional SPPG. Dirinya aku salah membuat video joger di ruangan dapur MBG.
"Saya merasa kaget, permasalahan ini menjadi besar, memang ada kesalahan saya, tidak mematuhi protokol, nge-dance di ruangan, saya tidak menyangka akan seviral ini. Saya minta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Hendrik memikirkan nasib relawan yang selama ini telah giat dan bekerja dengan baik di SPPG.
Dia menegaskan, selama ini, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuguhkan tidak pernah mendapatkan komplain berarti bahkan kerap mendapatkan apresiasi positif dari penerima manfaat.
"Saya prihatin bagaimana nasib relawan saya yang benar-benar semangat, apalagi ini habis Lebaran, saya merasa sedih. Dari pertama kami running, alhamdulillah tidak pernah ada komplain yang besar. Komplain pasti ada, tapi menu kami jaga, dapur kami jaga," tandasnya.
Sebelumnya, Hendrik Irawan viral setelah berkomentar terhadap salam satu netizen bahwa dirinya mendapat gaji Rp6 juta per hari dari program MBG.
"Alhamdulillah ka, saya dapat Rp6 juta per hari, sehat selalu ya ka" tulisnya.
Komentar tersebut kemudian ditautkan dengan video joget-joget Hendrik Irawan di ruangan MBG.
Alhasil, Hendrik mendapat kecaman luas, karena dinilai mencari keuntungan pribadi lewat program MBG.
Tak lama setelah itu, Hendrik membuat video peemohonan maaf. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media