Nasional . 27/03/2026, 18:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Salah satu tujuan utama kebijakan ini adalah efisiensi energi. Berdasarkan perhitungan internal pemerintah, penerapan WFH satu hari dalam seminggu berpotensi menghemat hingga 20 persen konsumsi BBM nasional.
“Ada hitungan kasar, kira-kira seperlimanya, sekitar 20 persen,” kata Purbaya.
Penghematan ini dinilai cukup signifikan, terutama di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik geopolitik.
Meski berpotensi menghemat energi lebih besar, pemerintah tidak menyarankan WFH lebih dari satu hari.
Alasannya sederhana: menjaga efektivitas kerja.
“Kalau terus-terusan WFH, nanti tidak kerja-kerja,” ujar Purbaya.
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa fleksibilitas kerja bisa disalahgunakan, seperti sulitnya menghubungi pegawai saat bekerja dari rumah.
Kebijakan ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga akan berlaku bagi sektor swasta, meski dengan beberapa pengecualian.
Layanan publik tetap diwajibkan berjalan normal demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.
“WFH akan didetailkan, tetapi setelah Lebaran kita akan mulai. Satu hari saja,” kata Airlangga.
Penerapan WFH satu hari diperkirakan akan membawa dampak beragam:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media