Ekonomi . 27/03/2026, 09:31 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendukung program penyediaan hunian nasional. Hingga akhir Februari 2026, bank pelat merah ini mencatatkan realisasi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp 16,79 triliun. Capaian ini diklaim telah menjangkau sebanyak 122.838 debitur di seluruh penjuru tanah air.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata perseroan dalam menghadirkan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menurutnya, penyaluran KPR subsidi menjadi instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Penyaluran ini adalah bagian dari peran strategis BRI untuk mendukung kesejahteraan rakyat melalui akses perumahan yang berkualitas," ujar Hery dalam keterangan resminya, Jumat 27 Maret 2026.
Berdasarkan rincian data perusahaan, skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR Sejahtera menjadi kontributor utama dengan nilai penyaluran mencapai Rp 16,38 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program bantuan pemerintah tersebut.
Selain FLPP, BRI juga menyalurkan pembiayaan melalui skema lainnya, antara lain:
KPR Tapera: Sebesar Rp 316,93 miliar.
KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB): Senilai Rp 91,65 miliar.
Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT): Sebesar Rp 8,89 miliar.
Hery menilai konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor properti tidak hanya sekadar memenuhi target pembiayaan. Lebih dari itu, pembangunan kawasan perumahan dipandang mampu menciptakan efek domino (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor pendukung.
Aktivitas pembangunan perumahan diyakini bakal menggerakkan industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, hingga logistik. Selain itu, munculnya kawasan hunian baru secara otomatis akan membuka peluang usaha bagi para pelaku UMKM di sekitar lokasi perumahan, sehingga roda ekonomi lokal dapat berputar lebih kencang.
Guna memperluas jangkauan ini, BRI mengandalkan jaringan unit kerjanya yang tersebar luas hingga ke pelosok daerah. Dengan lebih dari 7.000 unit kerja di seluruh Indonesia, perseroan optimis dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pembiayaan perbankan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media