Nasional . 27/03/2026, 06:48 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Siklon Tropis Narelle terpantau masih aktif dan diprediksi akan terus menguat hingga mencapai kategori 4. Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sistem siklon yang berada di Samudra Hindia barat Australia itu dapat berdampak pada wilayah Jawa, mulai dari Banten, Jakarta, hingga Jawa Timur.
Siklon Tropis Narelle sendiri terbentuk dari bibit siklon tropis 96P yang berkembang menjadi siklon pada 17 Maret pukul 13.00 WIB.
Selanjutnya, sistem ini mulai masuk dalam pemantauan TCWC Jakarta sejak 21 Maret pukul 01.00 WIB.
BMKG menjelaskan posisi siklon saat ini berada di Samudra Hindia barat Australia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat.
"TCWC Jakarta melaporkan bahwa Siklon Tropis NARELLE dalam 24 jam ke depan diprakirakan meningkat menjadi kategori 4 (empat) dan bergerak ke arah barat daya," kata BMKG dalam unggahannya di Instagram, Kamis 26 Maret 2026.
Siklon kategori 4 diketahui memiliki kecepatan angin berkisar antara 87 hingga 107 knot atau sekitar 160 sampai 199 km/jam. BMKG memperkirakan Narelle akan mencapai kecepatan angin hingga 100 knot atau sekitar 185 km/jam dengan tekanan 938 hPa.
Meski pusat siklon berada lebih dekat ke wilayah Australia, dampaknya tetap terasa di Indonesia. Pengaruh tidak langsung ini berupa peningkatan curah hujan dan potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan.
"Keberadaan sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi hujan dan perairan Indonesia, terutama berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta potensi peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan," tambahnya.
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, seperti perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, selatan Bali, selatan Nusa Tenggara Barat, selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, serta bagian barat Laut Arafuru.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media