Nasional . 29/03/2026, 17:54 WIB

Pengawasan Diperketat, Kemenhaj Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Maksimal

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan sesuai rencana. Menjelang waktu keberangkatan yang semakin dekat, pengawasan operasional terus diperkuat guna memastikan layanan berjalan aman, nyaman, dan bebas dari penyimpangan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan, progres persiapan kini telah mendekati 100 persen. Ia memastikan berbagai aspek penting, mulai dari manasik, akomodasi, hingga dokumen perjalanan jemaah, berada dalam kondisi siap.

“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Irfan Yusuf, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menambahkan, penyelenggaraan haji tahun ini diharapkan menjadi wujud pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. Karena itu, setiap tahapan dipantau secara detail, termasuk kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Manasik hingga Visa Hampir Rampung

Kemenhaj mencatat pelaksanaan manasik haji telah berlangsung di berbagai daerah dengan intensitas tinggi. Materi pembekalan tidak hanya mencakup tata cara ibadah di Mekkah dan Madinah, tetapi juga kesiapan fisik, kesehatan, serta pemahaman mitigasi risiko selama perjalanan.

Selain itu, proses penerbitan visa jemaah menunjukkan progres signifikan. Pemerintah memastikan seluruh dokumen perjalanan dapat diselesaikan tepat waktu agar tidak menghambat jadwal keberangkatan.

Di sisi lain, fasilitas akomodasi di Mekkah disebut telah dipersiapkan dengan standar yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Hotel yang digunakan untuk jemaah Indonesia berada di lokasi strategis dengan akses transportasi yang memadai menuju Masjidil Haram, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan selama beribadah.

Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pengawasan menjadi faktor kunci dalam memastikan seluruh proses berjalan optimal. Dengan waktu sekitar 25 hari menjelang keberangkatan, seluruh pihak diminta bekerja lebih disiplin dan terukur.

“Fastabiqul khairat harus menjadi semangat kita bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Seluruh persiapan harus dikawal dengan ketat agar tidak terjadi kegagalan dalam proses operasional,” tegas Dendi.

Ia menekankan pentingnya pengendalian di setiap tahapan, termasuk melalui mekanisme plan of execution control (POEC) untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan.

Dendi juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga integritas penyelenggaraan. Kemenhaj menargetkan tidak adanya praktik penyelewengan maupun penyalahgunaan kewenangan dalam operasional haji tahun ini.

Dalam arahannya, Dendi memaparkan konsep “Tri Sukses Haji” sebagai target utama. Pertama, sukses ritual melalui peningkatan pemahaman manasik dan kesiapan fisik jemaah. Kedua, sukses ekosistem ekonomi dengan mendorong pemberdayaan umat serta dukungan terhadap UMKM. Ketiga, sukses peradaban dan keadaban melalui penguatan karakter serta nilai-nilai keislaman.

Selain itu, sejumlah indikator keberhasilan juga telah ditetapkan, di antaranya terserapnya seluruh kuota haji Indonesia sebanyak 203.320 jemaah reguler dan 17.780 jemaah khusus, penurunan angka kematian jemaah, tidak adanya jemaah yang hilang, serta berkurangnya keluhan selama pelaksanaan ibadah.

“Kita ingin memastikan seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, melaksanakan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air dalam keadaan utuh serta meraih haji yang mabrur,” ujar Dendi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com