Internasional . 30/03/2026, 07:37 WIB

Pernyataan Gila Donald Trump: Sebut MBS Menjilat Pantatnya di Forum Investasi yang Didukung Saudi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai sorotan usai melontarkan pernyataan kontroversial terkait Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS). Pernyataan tersebut disampaikan saat forum investasi yang didukung Saudi di Florida, di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pidatonya, Trump menggambarkan dinamika hubungan Washington dan Riyadh dengan pernyataan yang dinilai tidak pantas. Ia menyebut bahwa MBS kini harus bersikap lebih lunak terhadap dirinya.

“Dia tidak berpikir ini akan terjadi. Dia tidak berpikir dia akan menjilat pantat saya… dia pikir saya hanya akan menjadi presiden Amerika lainnya dari negara yang sedang mengalami kemunduran. Tapi sekarang dia harus bersikap baik kepada saya,” ujar Trump dilansir dari wionews

Meski demikian, Trump kemudian melunakkan pernyataannya dengan menyebut MBS sebagai sosok yang cerdas. Ia juga mengklaim citra Amerika Serikat meningkat di bawah kepemimpinannya.

“Tapi Anda tahu dia (Putra Mahkota Salman) adalah orang yang cerdas, orang yang sangat biasa. Dia mengatakan setahun yang lalu, Anda adalah negara yang mati dan sekarang Anda benar-benar negara terpanas di dunia. Dan itu sebelum kita menghancurkan Iran,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan dari The New York Times yang menyebutkan bahwa Mohammed bin Salman secara pribadi mendorong Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran. Dalam laporan itu, konflik disebut sebagai “kesempatan bersejarah” untuk melemahkan Teheran, bahkan termasuk dorongan untuk menyerang infrastruktur energi.

Namun, pemerintah Arab Saudi secara resmi membantah tudingan tersebut. Riyadh menegaskan tetap mendukung penyelesaian damai dan hanya berfokus pada pertahanan diri dari ancaman Iran.

Awal Konflik AS-Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran. Eskalasi konflik tersebut dilaporkan berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke berbagai target, termasuk pangkalan militer AS di kawasan Teluk serta wilayah Israel.

Di tengah situasi yang terus memanas, Trump mulai membuka peluang dialog. Ia disebut telah mengusulkan rencana perdamaian berisi 15 poin guna meredakan konflik.

Pada 25 Maret, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi adanya komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran melalui negara-negara perantara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa komunikasi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai negosiasi resmi.

Upaya diplomasi juga terus bergulir, dengan Pakistan disebut berpotensi menjadi mediator. Islamabad direncanakan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir guna membahas langkah-langkah deeskalasi konflik. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com