Ekonomi . 31/03/2026, 11:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Di tengah kekhawatiran global terhadap krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, inovasi bahan bakar alternatif dari Indonesia kembali mencuri perhatian.
Produk bernama Bobibos atau Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos kini mulai dilirik hingga ke luar negeri.
Bahan bakar berbasis nabati yang dibuat dari jerami ini bahkan dikabarkan tengah diuji coba di sejumlah negara, termasuk Timor Leste dan Norwegia.
Kabar tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia Universitas Djuanda, Uman Suherman, usai menghadiri acara halal bihalal di kampus yang berlokasi di Ciawi, Bogor, Senin (30/3/2026).
Uman mengungkapkan bahwa inovasi Bobibos merupakan hasil penelitian dan pengembangan dari Mulyadi, yang juga merupakan dosen di Universitas Djuanda.
Selain sebagai akademisi, Mulyadi juga menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Inti Sinergi Formula, perusahaan yang memegang hak paten atas produk Bobibos.
“Pak Mulyadi, selaku inisiator periset dan Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula yang punya hak paten Bobibos, juga merupakan dosen di kami. Tentu ini menjadi kebanggaan,” ujar Uman.
Inovasi ini tidak hanya menjadi prestasi bagi kampus, tetapi juga menunjukkan potensi besar Indonesia dalam mengembangkan energi alternatif berbasis sumber daya lokal.
Saat ini, produksi Bobibos diketahui telah dilakukan di kawasan Jonggol, Jawa Barat. Uman berharap inovasi tersebut bisa mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat agar dapat dikembangkan secara lebih luas.
Ia juga menyebut bahwa negara lain seperti Timor Leste bahkan berencana meluncurkan bahan bakar ini secara resmi dalam waktu dekat.
“Ini bukti Unida memiliki putra terbaik yang memiliki prestasi di tingkat nasional atau bahkan di Asia Tenggara. Sebab itu kami berharap pemerintah Indonesia juga akan me-launching Bobibos, sebagai bahan bakar resmi di negara kita,” tuturnya.
Mulyadi membenarkan bahwa Bobibos mulai mendapatkan perhatian internasional. Bahkan, menurutnya, proses uji coba telah dilakukan di beberapa negara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media