Ekonomi . 31/03/2026, 11:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan kemudahan regulasi agar pengembangan Bobibos di dalam negeri tidak kalah cepat dibanding negara lain.
“Seperti yang sudah dilakukan oleh pemerintah Timor Leste,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, ia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pejabat tinggi di Indonesia guna mendorong percepatan adopsi bahan bakar ini secara nasional.
Salah satu keunggulan utama Bobibos adalah bahan bakunya yang berasal dari jerami, limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.
Dengan luas lahan sawah di Indonesia yang mencapai lebih dari 7,4 juta hektare, ketersediaan bahan baku dinilai sangat melimpah.
Mulyadi menilai, jika dimanfaatkan secara maksimal, produksi Bobibos dapat membantu:
Tak hanya ramah lingkungan, Bobibos juga disebut memiliki harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat.
Berdasarkan perhitungan awal, bahan bakar ini diperkirakan bisa dijual dengan harga sekitar Rp7.000 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga BBM konvensional saat ini.
Jika dapat diproduksi massal dan mendapat dukungan regulasi, Bobibos berpotensi menjadi solusi alternatif di tengah ancaman krisis energi global.
Meski sudah mendapat perhatian internasional, pengembangan Bobibos di dalam negeri masih membutuhkan dukungan kebijakan yang lebih kuat dari pemerintah.
Para pengembang berharap adanya:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media