Hukum dan Kriminal . 31/03/2026, 15:59 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Motif di balik kasus mutilasi di Bekasi mulai terungkap oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imam Imanuddin menjelaskan, para pelaku melakukan aksi sadis itu untuk menguasai harta korban, yang ternyata adalah majikan mereka sendiri.
Dijelaskannya, rencana awal pelaku adalah mengambil mobil korban, namun gagal karena sistem keamanan yang ketat.
"Awalnya yang mau diambil itu mobil, tapi karena pengamanan cukup ketat, rencana itu bergeser ke motor," kata Iman kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2026.
Upaya para pelaku pun tidak berjalan mulus, karena korban menolak menyerahkan harta bendanya, sehingga pemaksaan tersebut berujung pada tindakan kekerasan hingga pembunuhan.
"Korban tetap tidak mau mengikuti kemauan tersangka. Akhirnya korban dibunuh," jelasnya.
Penyidik kini terus mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya faktor lain yang memicu aksi keji tersebut.
Sebelumnya, perkembangan kasus mutilasi di Serang Baru terungkap melalui pencarian potongan tubuh korban yang diduga disembunyikan pelaku di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tim menemukan tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta satu paha atas di kebun bambu pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menggunakan unit anjing pelacak (K-9).
Potongan tubuh lainnya, termasuk satu paha atas, ditemukan di wilayah Kecamatan Tanjungsari, masih dalam Kabupaten Bogor.
Selain itu, polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial DS alias A dan S, yang ditangkap di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 09.30 WIB.
"Benar, dua orang pelaku sudah diamankan. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak," jelas Budi.
Penanganan kasus ini dilakukan dengan metode scientific crime investigation, dan seluruh fakta akan diungkap secara bertahap berdasarkan pemeriksaan, alat bukti, serta temuan forensik. Aparat juga menelusuri kemungkinan lokasi lain terkait pembuangan bagian tubuh korban.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media