Megapolitan . 01/04/2026, 07:06 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melontarkan kecaman terhadap kasus pengeroyokan yang menimpa warga Kota Langsa, Aceh, di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis 26 Maret lalu.
"Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini,” kata Mualem dalam keterangannya, dikutip pada Rabu 1 April 2025.
Kecaman tersebut disampaikan setelah Mualem menjenguk korban bernama Faisal Amsco yang saat ini tengah menjalani masa pemulihan di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin malam.
Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya saat Faisal menghadiri agenda konfrontasi bersama kuasa hukumnya.
Insiden tersebut menimbulkan sorotan karena berlangsung di dalam lingkungan institusi kepolisian.
Mualem mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Ia menilai, kantor polisi seharusnya menjadi tempat yang aman bagi masyarakat, bukan justru lokasi terjadinya tindakan kekerasan.
“Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dugaan keterlibatan preman bayaran dalam insiden tersebut sangat mencederai rasa keadilan, apalagi terjadi di institusi penegak hukum.
Lebih lanjut, Mualem meminta Kapolri untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan tegas tanpa pandang bulu, termasuk jika terdapat pihak lain yang terlibat.
“Kami mengharapkan kepada Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Menindak tegas para pelaku dan tokoh intelektual serta oknum aparat yang turut terlibat,” katanya.
Menurutnya, penanganan yang tidak serius berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kepolisian, terutama dari masyarakat Aceh.
Selain itu, Mualem juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi korban serta jaminan keamanan bagi para saksi selama proses hukum berlangsung. Ia turut mengajak tokoh-tokoh Aceh di Jakarta untuk ikut mengawal jalannya kasus tersebut.
“Kami juga meminta agar tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan apabila tidak dituntaskan,” demikian Mualem. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media