Hukum dan Kriminal . 01/04/2026, 09:31 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Kasus penculikan dan pembunuhan sadis warga negara (WN) Ukraina, Igor Komarov di Bali mulai terungkap. NCB Interpol Indonesia bersama Polda Bali mengonfirmasi ada 6 tersangka utama. Saat ini mereka telah masuk dalam daftar buronan internasional (Red Notice). Posisi terakhir berada di Bulgaria, Eropa Timur.
Meski posisi para pelaku sudah mulai terbaca, proses ekstradisi dan penangkapan menghadapi tantangan besar. Eskalasi konflik yang tengah membara di wilayah Timur Tengah menjadi penghambat utama komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Hasil investigasi mendalam menunjukkan 6 tersangka pembunuhan Igor Komarov tersebut melakukan pelarian yang sangat terencana.
Mereka meninggalkan Bali secara bertahap. Tujuannya untuk memecah perhatian aparat sebelum akhirnya menyatu kembali di jalur internasional.
"Mereka sudah menyeberang ke Bulgaria. Setelah transit di Malaysia, mereka menyebar. Situasi Timur Tengah yang sedang konflik menjadi kendala tersendiri bagi dalam melakukan pengejaran cepat," ujar Sekretaris NCB Interpol, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, Selasa (31/3/2026).
Keenam tersangka kasus pembunuhan Igor Komarov berasal dari latar belakang kewarganegaraan berbeda. Hal ini mempertegas keterlibatan sindikat kriminal lintas negara. Mereka adalah:
Sebelumnya, Polda Bali telah mengamankan Chukuebuka Gabriel, warga negara Nigeria, di wilayah NTB pada Februari lalu.
Gabriel diduga berperan penting sebagai penyedia fasilitas. Termasuk menyewa kendaraan menggunakan tiga paspor palsu.
Mobil Avanza hitam yang disewa Gabriel menjadi bukti kunci. Di dalam kendaraan tersebut, tim Puslabfor menemukan bercak darah yang profil DNA-nya identik dengan Igor Komarov.
Keakuratan ini diperkuat dengan hasil uji lab tulang dan gigi geraham dari potongan tubuh yang ditemukan di Muara Sungai Wos Teben, Sukawati, yang dinyatakan 100% cocok dengan DNA ibu kandung Igor Komarov.
Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menegaskan koordinasi dengan Interpol Lyon, Prancis, terus berjalan intensif.
"Kita telah mengetahui posisi-posisi para pelaku. Sementara diduga akhir dari para enam buronan tersebut. Pengejaran terus berlangsung secara intensif melalui kerjasama Divhubinter Polri," jelas Gede.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media