Nasional . 01/04/2026, 12:39 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Hubungan antara Bupati Lebak dan Wakilnya semakin memanas setelah Amir Hamzah balik melontarkan kritik pedas terkait kinerja kepemimpinan Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya. Pernyataan tersebut mencuat dari sebuah video yang beredar luas di media sosial (medsos).
Dalam video itu, Amir menyinggung kebiasaan Hasbi yang disebut hanya masuk kerja satu hari dalam sepekan, terutama saat menghadapi tekanan publik terkait proyek revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung beberapa waktu lalu.
“Kalau seperti itu, secara politik merugikan bupati sendiri. Kepemimpinan itu bukan soal menang sendiri,” ujar Amir, dikutip Rabu (1/4/2026).
Amir menilai, sikap bupati yang terkesan menghindari kritik berdampak tidak hanya pada kinerja pemerintahan, tetapi juga pada citra politik. Ia menyayangkan kebiasaan Hasbi yang disebut kerap meninggalkan daerah, bahkan saat menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa.
“Ketika dikritik, masa dalam seminggu hanya satu hari masuk kerja, lalu pergi lagi ke Jakarta. Sepertinya tidak tahan kritik,” katanya.
Selain soal kehadiran, Amir juga menyinggung faktor dukungan politik di balik kemenangan Hasbi dalam kontestasi Pilkada. Ia menyebut peran tokoh senior, termasuk Mulyadi Jayabaya, turut berkontribusi besar.
“Ini kan faktor JB dan faktor saya. Artinya, kalau tidak ada bapaknya, belum tentu juga terpilih. Kenapa dia tidak menghormati orang tuanya?” ujar Amir.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keteladanan seorang kepala daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, pemimpin harus hadir dan memberi contoh nyata dalam bekerja.
“Jangan hanya menyuruh PNS bekerja baik, tetapi pemimpinnya sendiri bagaimana? Harus memberi contoh,” tegasnya.
Ia juga menilai persoalan utama terletak pada lemahnya koordinasi di tingkat pimpinan. Kurangnya keterbukaan, menurut Amir, membuat capaian positif pemerintah kerap tertutup oleh sentimen negatif publik.
“Masalahnya ada di bupati yang kurang koordinasi dan cenderung menutup diri. Padahal dibandingkan daerah lain, jalan kota kita bagus,” ucapnya.
Amir juga mengungkapkan kesulitan berkomunikasi dengan bupati dalam beberapa kesempatan. Ia mengaku sejumlah pesan tidak mendapat respons, sehingga menghambat koordinasi pemerintahan.
Sebagaimana ramai diberitakan, acara halal bihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, diwarnai ketegangan. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Lebak pada Senin (30/3/2026) mendadak ricuh setelah Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, melontarkan pernyataan jika Wakilnya, Amir Hamzah, merupakan seorang mantan narapidana.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media