Nasional . 02/04/2026, 08:41 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklasifikasikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai gempa kategori megathrust. Fenomena tektonik yang terjadi pada Kamis pagi 2 April 2026 ini memicu guncangan hebat di wilayah utara Sulawesi dan sebagian Maluku akibat pelepasan energi di zona subduksi laut.
Direktur Informasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Riyono, menjelaskan bahwa kedalaman gempa yang berada di kisaran 30 hingga 62 kilometer tergolong sangat dangkal untuk aktivitas di zona patahan besar. Kedalaman tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas tektonik ini melibatkan kontak langsung antar lempeng samudra yang menunjam di bawah lempeng benua.
"Kalau dilihat kedalamannya cukup dangkal ya 30 meter, kalau kategori megathrust sampai kedalaman 30-an meter, jadi memang ini dangkal dan (gempa) laut dan ini termasuk megathrust ya," kata Rahmat Riyono saat konferensi pers di Jakarta.
Analisis teknis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Model pergerakan kerak bumi seperti ini dikenal memiliki potensi destruktif yang lebih tinggi dalam memicu gelombang tsunami dibandingkan dengan sesar mendatar. Kondisi ini terjadi karena adanya deformasi vertikal dasar laut yang signifikan saat energi dilepaskan.
Rahmat menambahkan bahwa subduksi di laut Maluku yang merambat ke wilayah Sulut inilah yang menjadi motor penggerak gempa tersebut. Pihaknya segera merilis peringatan dini tsunami untuk memitigasi risiko bagi masyarakat pesisir, mengingat karakteristik sesar naik yang sangat reaktif terhadap massa air laut.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memetakan wilayah-wilayah yang merasakan dampak paling signifikan dari aktivitas megathrust ini. Menurutnya, lokasi episenter yang berada tepat di perairan utara Sulawesi dan Maluku Utara membuat getaran berskala besar merambat ke daratan di sekitarnya.
"Setidaknya ada tiga provinsi yang merasakan gempa yang cukup besar yakni Maluku Utara (Malut), Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo," ungkap Nelly.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa gempa ini merupakan hasil dari aktivitas deformasi kerak bumi yang intens. Berdasarkan koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, gempa ini murni dipicu oleh aktivitas subduksi laut Maluku yang saat ini masih terus dipantau perkembangannya oleh tim geofisika nasional.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pastikan untuk selalu mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat guna menghindari risiko akibat kerusakan struktur bangunan yang mungkin melemah pasca guncangan utama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media