Nasional . 03/04/2026, 12:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi gelombang pensiun penghulu yang diproyeksikan mencapai 1.850 orang hingga 2029.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan berbagai upaya tengah dilakukan untuk memastikan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA) tetap optimal di tengah potensi kekurangan SDM. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemerataan penempatan penghulu utama di setiap provinsi, dengan rencana minimal dua formasi di tiap wilayah.
“Penempatan Penghulu Utama di tingkat provinsi sedang kami siapkan. Ini penting untuk memperkuat peran strategis penghulu,” ujar Zayadi di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Saat ini, jumlah penghulu secara nasional masih belum ideal. Dari kebutuhan sebanyak 16.237 orang, baru tersedia 11.918 penghulu, terdiri dari 10.706 PNS dan 1.212 PPPK.
Kondisi ini diperparah dengan tren pensiun yang cukup tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026 diperkirakan 300 penghulu pensiun, meningkat menjadi 463 orang pada 2027, 508 orang pada 2028, dan 579 orang pada 2029.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenag memperkuat koordinasi dengan Kementerian PAN-RB dalam membuka formasi CPNS secara berkelanjutan, serta mengkaji skema inpassing ke dalam Jabatan Fungsional (JF) Penghulu.
“Kami sedang mengkaji beberapa opsi untuk memastikan ketersediaan SDM penghulu yang kompeten,” jelasnya.
Selain penambahan jumlah, Kemenag juga mendorong peningkatan kesejahteraan penghulu. Salah satunya dengan mengusulkan penyesuaian tunjangan fungsional yang belum mengalami kenaikan sejak 2007.
Zayadi menegaskan tidak ada perbedaan tunjangan antara penghulu PNS dan PPPK, sebagai bentuk keadilan dalam birokrasi.
Tak hanya itu, Kemenag juga mengusulkan kenaikan kelas jabatan penghulu serta membuka peluang jabatan fungsional Ahli Utama guna memperluas jenjang karier.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan KUA yang semakin modern dan kompleks. Dengan penguatan SDM dan peningkatan kesejahteraan, Kemenag berharap pelayanan keagamaan tetap optimal di tengah tantangan pensiun massal penghulu.
“Kami ingin memastikan pelayanan keagamaan tetap adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Moh Purwadi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media