Internasional . 03/04/2026, 21:17 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
fin.co.id - Serangan terbaru dari Iran kembali mengguncang Israel. Ini setelah sebuah rudal dengan hulu ledak 400 kilogram dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam wilayah padat di Petah Tikva.
Ledakan besar yang terjadi menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan di sekitar lokasi.
Laporan terbaru menyebutkan proyektil tersebut membawa hulu ledak seberat 400 kilogram. Rudal ini dirancang khusus untuk menciptakan dampak kerusakan maksimal pada target darat.
Sasaran utama dari serangan presisi ini diduga kuat adalah pusat perakitan peralatan militer yang berada di jantung kawasan tersebut.
"Rekaman video menunjukkan detik-detik mengerikan saat rudal menghantam area target, memicu ledakan bola api raksasa dan kepulan asap tebal yang membubung tinggi ke langit," tulis laporan The Times of Israel (2/4/2026).
Insiden di Petah Tikva mempertegas fakta sistem pertahanan udara kebanggaan Israel, termasuk Iron Dome, kini menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Meskipun pejabat militer Israel mengeklaim mayoritas ancaman berhasil dicegat, masuknya rudal dengan hulu ledak berat ini membuktikan adanya celah dalam menghadapi serangan gelombang besar (saturation attack).
Sejak pecahnya perang terbuka pada akhir Februari 2026, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel.
Strategi Iran kini beralih dengan menggunakan kombinasi rudal balistik dan jelajah yang dirancang untuk membingungkan radar pertahanan sekaligus memaksimalkan dampak di wilayah perkotaan yang padat penduduk.
Kerusakan di Petah Tikva tidak hanya terbatas pada bangunan sipil. Target yang dihantam merupakan fasilitas vital yang menunjang operasional militer Israel.
Serangan ini dianggap sebagai pukulan telak bagi stabilitas domestic.
Mengingat lokasi ledakan berada di wilayah tengah negara yang sebelumnya dianggap relatif aman.
Selain serangan langsung dari wilayah Iran, Israel juga harus menghadapi ancaman dari berbagai front.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media