Megapolitan . 04/04/2026, 14:25 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Empat dekade bukan waktu yang singkat bagi Subhan (50) dan Tarini (48) untuk bertahan di bawah atap genting yang kusam dengan alas tanah merah. Namun, penantian panjang pasangan suami istri di Kampung Cituis, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang ini akhirnya berbuah manis.
Rumah seluas 40 meter persegi yang mereka huni sejak 1986 itu kini bersiap bersalin rupa. Kepastian ini didapat setelah Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan tinjauan mendadak dan memutuskan untuk segera membedah rumah tak layak huni tersebut.
Subhan, pria asal Brebes yang telah menetap di Cituis selama 40 tahun ini, mengaku tak berdaya memperbaiki huniannya. Pekerjaannya sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu hanya cukup untuk menutup kebutuhan dapur. Begitu pula dengan anak sulungnya yang bekerja sebagai nelayan.
"Saya bekerja apa saja yang penting halal. Pendapatan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari, tidak pernah terpikir bisa memperbaiki rumah," ujar Subhan, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Kondisi rumah yang memprihatinkan dengan lantai tanah dan struktur bangunan yang mulai rapuh diterima Subhan dengan pasrah. Ia mengaku tak paham prosedur birokrasi untuk mengajukan bantuan perbaikan rumah kepada pemerintah.
Titik balik terjadi saat Bupati Maesyal Rasyid tengah meninjau proyek perbaikan jalan di kawasan Pakuhaji. Mendapat laporan warga mengenai kondisi keluarga Subhan, Bupati langsung berbelok menuju gubuk tersebut.
Melihat langsung kondisi di dalam rumah, Bupati Maesyal secara spontan memutuskan memberikan bantuan sebesar Rp 35 juta. Menariknya, anggaran tersebut dikucurkan dari kantong pribadi Bupati karena rumah Subhan belum terdata dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2026.
Momen tersebut menyisakan haru bagi Tarini. Ibu dua anak ini tak kuasa membendung air mata saat melihat orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu menginjakkan kaki di lantai tanah rumahnya.
"Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka. Apalagi sampai Pak Bupati datang langsung ke sini," ucap Tarini terisak.
Bupati Tangerang yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menegaskan bahwa proses renovasi tidak akan menunda waktu.
"Langsung diperbaiki. Selama proses pembangunan, keluarga Pak Subhan akan kami ungsikan sementara ke kontrakan agar pengerjaan efektif. Biaya sewa akan ditanggung pihak kecamatan dan desa," tegas Maesyal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media