Megapolitan . 04/04/2026, 12:09 WIB

Digelar di Lapangan Banteng, Berikut Rangkaian Sajian Tradisional di Lebaran Betawi 2026

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kegiatan Lebaran Betawi 2026 akan diawali dengan malam syukuran yang diisi berbagai aktivitas religius, seperti pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, hingga doa bersama.

Memasuki hari kedua pada Sabtu, 11 April 2026 (08.00–23.00 WIB), beragam pertunjukan budaya khas Betawi akan digelar. Masyarakat dapat menyaksikan atraksi ondel-ondel, tanjidor, silat, hingga gambang kromong.

Selain itu, agenda juga diisi kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, serta hiburan rakyat seperti lenong Betawi dan layar tancep.

Sementara itu, Minggu, 12 April 2026 (06.00–22.00 WIB), suasana akan lebih santai dan interaktif. Berbagai kegiatan seperti senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, hingga pertunjukan musik akan memeriahkan acara.

Pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner khas Betawi serta mengunjungi bazar produk lokal yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat bagi seluruh warga Jakarta,” seru Sekda Uus dalam keterangan, Sabtu, 4 April 2026.

Penyelenggara menargetkan sekitar 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, komunitas budaya, hingga wisatawan domestik maupun mancanegara.

Di sisi lain, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo atau yang dikenal sebagai Bang Foke, menekankan bahwa makna utama Lebaran Betawi terletak pada pelestarian adat dan tradisi yang sarat nilai kebersamaan. Tradisi tersebut mencakup saling memaafkan, mempererat hubungan kekeluargaan, terutama dengan orang tua dan para sesepuh, serta mengajak generasi muda berkeliling (ngider) untuk mengenal keluarga dan memahami nilai budaya.

Selain itu, kebiasaan membawa oleh-oleh atau anter-anter juga menjadi simbol penghormatan kepada yang dituakan.

“Dulu, tradisi ini dilakukan di setiap pelosok, kampung, bahkan antar-kampung untuk menjaga ikatan silaturahmi, kekeluargaan, persaudaraan, dan persatuan kaum Betawi. Salah satu tugas MKB adalah menjaga marwah ini,” ungkap Bang Foke.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com