Internasional . 05/04/2026, 10:59 WIB

Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS, Donald Trump Diledek: Kemarin Koar-koar Ubah Rezim, Sekarang Sibuk Cari Pilot yang Hilang

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengklaim berhasil menjatuhkan dua pesawat tempur militer AS dalam satu hari, Jumat 3 Maret 2026.

Dua pesawat yang disebut terkena serangan adalah jet tempur F-15E Strike Eagle yang memiliki dua awak serta pesawat A-10 Warthog yang hanya dioperasikan satu pilot. Informasi yang beredar menyebut salah satu awak F-15E telah berhasil dievakuasi oleh pasukan khusus, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Sementara itu, pesawat A-10 dilaporkan sempat keluar dari wilayah konflik dan mencapai wilayah udara Kuwait. Pilotnya berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar sebelum pesawat akhirnya jatuh.

Iran juga mengklaim telah menargetkan dua helikopter UH-60 Black Hawk yang digunakan dalam misi pencarian dan penyelamatan awak F-15E. Meski demikian, kedua helikopter tersebut dilaporkan tidak sampai jatuh.

Di tengah situasi tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melontarkan sindiran keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial setelah insiden penembakan pesawat tempur tersebut.

"Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi brilian yang mereka mulai ini sekarang telah diturunkan dari 'perubahan rezim' menjadi 'Hei! Bisakah seseorang menemukan pilot kami? Tolong?'," tulis Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X, dengan membubuhkan emotikon wajah memohon.

"Wow. Kemajuan yang luar biasa. Benar-benar jenius," lanjut ledekan Ghalibaf, seperti dikutip dari NDTV, Sabtu (4/4/2026).

Konflik antara kedua pihak meningkat sejak operasi militer gabungan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Di sisi lain, Donald Trump melalui unggahan di Truth Social pada 1 April sempat menyampaikan pandangannya terkait situasi politik di Iran.

"Presiden rezim baru Iran, jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada pendahulunya."

Namun dalam pidato nasional yang disampaikan pada Kamis, Trump menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama dari operasi militer tersebut, meski ia mengakui adanya perubahan kepemimpinan di Iran.

“Perubahan rezim bukanlah tujuan kami... tetapi perubahan rezim telah terjadi karena kematian semua pemimpin asli mereka,” katanya.

Trump juga kembali mengkritik pemerintahan Iran yang ia sebut sebagai rezim yang keras dan represif, merujuk pada penanganan aksi protes di negara tersebut.

“Pemimpin seperti itu tidak boleh diizinkan untuk memperoleh senjata nuklir,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya sejak awal untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com